close ads x

Dua Dapur MBG di Ponorogo Ditutup BGN Usai Dugaan Intimidasi dan Manipulasi Anggaran

Dua Dapur MBG di Ponorogo Ditutup BGN Usai Dugaan Intimidasi dan Manipulasi Anggaran

Mbg-Instagram-

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional dua dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ponorogo, Jawa Timur, setelah muncul laporan tekanan terhadap pengelola serta dugaan penyimpangan anggaran.

Dua fasilitas tersebut berada di wilayah Somoroto, Kecamatan Kauman, dan Krebet, Kecamatan Jambon, yang selama ini beroperasi sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Laporan Intimidasi dari Internal SPPG



Kasus ini terungkap setelah dua kepala SPPG mendatangi perwakilan BGN untuk meminta perlindungan. Mereka mengaku mengalami tekanan berkepanjangan dari pihak yayasan pengelola.

Dalam penjelasan resmi, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyebut tekanan tersebut berlangsung selama berbulan-bulan.

Pihak yayasan disebut kerap melontarkan ancaman hukum kepada para pekerja jika tidak mengikuti instruksi yang diberikan.


Selain itu, pemilik yayasan dikabarkan mengklaim sebagai cucu seorang menteri aktif untuk memperkuat pengaruhnya.

Namun, setelah dilakukan konfirmasi, klaim tersebut dibantah langsung oleh menteri terkait yang menegaskan tidak memiliki hubungan keluarga dengan pihak yang dimaksud.

Dugaan Penyimpangan Anggaran Pangan

Selain persoalan intimidasi, BGN juga menemukan indikasi manipulasi dalam penggunaan anggaran bahan pangan.

  • Standar anggaran resmi: Rp10.000 per porsi
  • Realisasi diduga hanya sekitar: Rp6.500 per porsi
  • Selisih anggaran menimbulkan beban operasional

Akibat kondisi tersebut, kepala SPPG disebut harus menutup kekurangan biaya menggunakan dana pribadi agar kualitas makanan tetap layak dikonsumsi siswa.

Temuan Pelanggaran Fasilitas Dapur

Inspeksi mendadak yang dilakukan BGN mengungkap sejumlah pelanggaran standar operasional di lapangan.

  • Lantai dapur rusak dan mengelupas
  • Dinding kotor serta berjamur
  • Ruang pemorsian tidak layak tanpa pendingin
  • Sistem pengolahan limbah tidak memadai
  • Fasilitas pekerja seperti ruang istirahat tidak tersedia

Kondisi tersebut dinilai tidak memenuhi standar kebersihan dan keamanan dalam program pemenuhan gizi.

Baca juga: Isu Link Video Maureen Worth 6 Menit Viral, Investigasi Ungkap Pola Penipuan Digital

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya