close ads x

Pegawai SPPG Purbalingga Dipecat Usai Sindir Rakyat Jelata di Media Sosial

Pegawai SPPG Purbalingga Dipecat Usai Sindir Rakyat Jelata di Media Sosial

Ilustrasi MBG Ramadhan--

Seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, harus menerima konsekuensi serius setelah unggahan pribadinya di media sosial memicu kontroversi luas.

Pegawai bernama Dyah Fatmi Asih resmi diberhentikan dari pekerjaannya usai status WhatsApp miliknya dinilai menyinggung masyarakat dan viral di berbagai platform digital.

Unggahan Picu Reaksi Publik



Peristiwa ini bermula pada Minggu malam, 15 Maret 2026, ketika Dyah mengunggah foto rekan-rekannya yang tengah melakukan peregangan.

Namun, perhatian publik tertuju pada keterangan yang menyertai foto tersebut karena memuat kalimat yang dianggap merendahkan masyarakat.

  • Status berisi sindiran terhadap “rakyat jelata”
  • Unggahan menyebar luas di media sosial
  • Muncul versi editan video berbasis AI
  • Menuai kritik dari warganet

Konten tersebut dengan cepat menjadi perbincangan publik dan memicu gelombang kecaman di ruang digital.

SPPG Ambil Langkah Tegas


Menanggapi polemik yang berkembang, pihak SPPG Kabupaten Purbalingga bersama Yayasan Samingah Mendidik Indonesia langsung mengambil tindakan tegas.

Koordinator SPPG Purbalingga, Mei Sandra, dalam keterangan resminya menegaskan bahwa keputusan pemberhentian dilakukan untuk menjaga integritas pelayanan publik.

  • Pegawai resmi diberhentikan dari tugas
  • Keputusan diambil bersama pihak yayasan
  • Langkah untuk menjaga citra institusi
  • Imbauan etika bermedia sosial diperkuat

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran SPPG agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.

Permintaan Maaf Disampaikan

Setelah kasus ini mencuat, Dyah Fatmi Asih menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui video klarifikasi.

Dalam pernyataannya, ia mengakui kesalahan dan menegaskan bahwa ucapan tersebut merupakan kekeliruan pribadi.

"Saya menyadari bahwa ucapan tersebut tidak pantas, menyinggung perasaan, dan merupakan kesalahan pribadi saya. Saya bertanggung jawab penuh atas ucapan saya," ujarnya.

Baca juga: 3 Rekomendasi HP Terbaik di Bawah Rp10 Juta 2026, Pilihan Flagship dengan Performa Tinggi

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya