Keduanya harus melewati empat ronde tantangan yang dinilai langsung oleh para juri.

Penilaian dilakukan oleh Juna Rorimpandey, Karen Carlotta, dan Norman Ismail yang menilai teknik, rasa, hingga konsep hidangan para finalis.

Pada tiga ronde pertama, Bunga sempat unggul dalam perolehan poin sehingga membuat jalannya kompetisi semakin menegangkan.

Namun keadaan berubah pada ronde keempat yang menjadi penentu kemenangan.

Stephanie yang dikenal dengan sajian rapi dan konsep plating yang matang berhasil memikat perhatian para juri.

Ia meraih 748 poin pada ronde terakhir, hasil yang cukup untuk membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan.

Dengan selisih empat poin dari skor akhir lawannya, Stephanie akhirnya dinobatkan sebagai juara MasterChef Indonesia Season 13.

Kemenangan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian penting dalam kariernya, tetapi juga menghadirkan kebanggaan bagi masyarakat Pontianak yang terus memberikan dukungan sejak awal kompetisi.