close ads x

Apakah Film Korea Number One (2026) Bakal Lanjut Season 2?

Apakah Film Korea Number One (2026) Bakal Lanjut Season 2?

Number one-Instagram-

Review Film Number One: Drama Ibu-Anak yang Mengharukan namun Ceritanya Kurang Dalam

Film Number One akhirnya tayang di bioskop Indonesia setelah cukup lama dinantikan penggemar film Korea. Karya terbaru sutradara Kim Tae Yong ini mempertemukan kembali Choi Woo Shik dan Jang Hye Jin, dua aktor yang sebelumnya pernah tampil bersama dalam film Parasite.

Kehadiran Woo Shik menjadi magnet tersendiri bagi film ini. Tak sedikit penonton yang memasang harapan tinggi terhadap performanya, terlebih ia juga kembali bekerja sama dengan Kim Tae Yong setelah proyek film Set Me Free.

Premis unik tentang waktu hidup seorang ibu



Number One mengangkat premis yang tidak biasa. Cerita berfokus pada Ha Min, seorang remaja yang tiba-tiba melihat angka misterius setiap kali ia memakan masakan ibunya.

Angka tersebut terus berkurang, membuat Ha Min yakin bahwa itu berkaitan dengan sisa waktu hidup sang ibu, Eun Sil.

Peristiwa ini terjadi setelah kakaknya meninggal dalam kecelakaan tragis. Saat itu Ha Min masih berusia 18 tahun dan mulai dihantui ketakutan kehilangan satu-satunya orang tua yang ia miliki.


Ketakutan itu membuatnya mengambil keputusan besar. Ia memilih menjauh dari ibunya dan berhenti menyantap masakan rumah demi mencegah angka tersebut terus berkurang.

Situasi semakin rumit ketika Ha Min tumbuh dewasa dan justru didiagnosis mengidap penyakit serius. Dalam kondisi itu, pertanyaan tentang takdir dan kehilangan semakin menghantui hidupnya.

Menyentuh secara emosional tetapi kurang dalam secara naratif

Diadaptasi dari novel karya Sora Uwano berjudul You Have 328 More Times Left to Eat Your Mother's Home Cooking, film ini memiliki konsep cerita yang sebenarnya sangat menarik.

Sejumlah adegan berhasil menghadirkan momen emosional yang menyentuh. Penonton dapat mengikuti alur cerita dengan mudah tanpa harus memikirkan alur yang terlalu kompleks.

Namun dari sisi pengembangan cerita, narasinya terasa kurang digali lebih dalam. Konflik utama lebih banyak berkisar pada usaha Ha Min menghindari angka misterius demi menyelamatkan ibunya.

Beberapa subplot yang muncul dalam cerita tidak mendapat porsi yang cukup sehingga terasa sekadar pelengkap.

  • Konflik utama tidak berkembang terlalu jauh
  • Subplot kurang mendapat pendalaman karakter
  • Asal-usul angka misterius tidak dijelaskan secara rinci

Kondisi tersebut membuat film terasa emosional, tetapi tidak sepenuhnya memuaskan dari segi narasi.

Dari sisi visual, Number One juga tampil cukup sederhana. Set dan sinematografinya tidak menonjol, tetapi tetap mampu mendukung suasana cerita yang disajikan.

Menariknya, film ini cukup sering menampilkan berbagai hidangan rumahan khas Korea yang menggugah selera. Detail tersebut secara tidak langsung memperkaya atmosfer cerita sekaligus memperkenalkan budaya kuliner Korea kepada penonton.

Baca juga: Profil Pegiat Medsos Ahmad Alimudin Alias Bang Alim yang jadi Bintang Tamu di Podcast Denny Sumargo

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya