Sepuluh Hari Terakhir Ramadan Momentum Meraih Lailatul Qadar! Inilah Khutbah Jumat, 13 Maret 2026
masjid-pixabay-
Memasuki penghujung bulan Ramadan, umat Islam kembali diingatkan pada fase paling istimewa dalam ibadah puasa, yakni sepuluh hari terakhir. Pada periode inilah berbagai amalan dianjurkan untuk ditingkatkan sebagai bentuk kesungguhan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sepuluh hari terakhir Ramadan tidak sekadar menandai berakhirnya bulan suci. Bagi banyak ulama, masa ini merupakan waktu paling mulia karena diyakini terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang keutamaannya melebihi ibadah selama seribu bulan.
Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Keistimewaan malam tersebut dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Qadr ayat 1–5 yang menerangkan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam Lailatul Qadar dan malam itu memiliki nilai ibadah yang sangat agung.
Pada malam tersebut para malaikat turun membawa rahmat dan ketentraman hingga terbit fajar. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah agar berkesempatan meraih keberkahan malam tersebut.
Allah SWT berfirman:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١
innâ anzalnâhu fî lailatil-qadr
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar.
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ٢
wa mâ adrâka mâ lailatul-qadr
Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu?
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣
lailatul-qadri khairum min alfi syahr
Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan.
تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ٤
tanazzalul-malâ'ikatu war-rûḫu fîhâ bi'idzni rabbihim, ming kulli amr
Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
سَلٰمٌۛ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِࣖ ٥
salâmun hiya ḫattâ mathla‘il-fajr
Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.