Profil Amizaro Waruwu Bupati Nias Utara yang Sujud Usai Tidak Mendapat Perhatian dari Pemerintah Pusat: Umur, Agama dan IG
Nias--
Tindakan Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu yang bersujud di hadapan pejabat pemerintah pusat dalam sebuah forum resmi memicu perhatian luas publik. Peristiwa tersebut terjadi dalam kegiatan yang digelar Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal pada Rabu, 25 Februari 2026.
Forum tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi, antara lain Menteri Desa PDT Yandri Susanto, Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, serta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution bersama para pejabat lainnya.
Curahan Kondisi Daerah Tertinggal
Dalam kesempatan itu, Amizaro Waruwu menyampaikan kondisi Kabupaten Nias Utara yang hingga kini masih menghadapi persoalan kemiskinan dan keterbatasan pembangunan.
Dengan nada emosional, ia menggambarkan kelelahan masyarakat yang terus bergulat dengan keterbatasan ekonomi dan minimnya pembangunan di wilayah tersebut.
“Kami ini sudah capek miskin,” ujarnya ketika menyampaikan aspirasi daerahnya.
Ia juga berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih besar terhadap daerah yang masih tertinggal. Amizaro bahkan menyatakan keinginannya untuk dapat menyampaikan langsung aspirasi tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.
Reaksi Publik Terbelah
Aksi sujud yang dilakukan Amizaro segera menyebar luas di media sosial dan memunculkan beragam tanggapan dari warganet.
Sejumlah pengguna media sosial menyatakan dukungan. Mereka menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kesungguhan seorang kepala daerah dalam memperjuangkan kepentingan masyarakatnya.
- Sebagian warganet menilai aksi itu menunjukkan keberanian memperjuangkan nasib rakyat.
- Ada pula yang menganggap langkah tersebut sebagai simbol keputusasaan daerah tertinggal.
- Beberapa pengguna menyebut tindakan itu sebagai bentuk empati terhadap penderitaan masyarakat.
Dukungan tersebut menilai bahwa cara apa pun yang mampu menarik perhatian pemerintah pusat layak dilakukan selama tujuannya memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Namun kritik juga muncul dari sebagian warganet. Mereka menilai aksi simbolik seperti itu kurang tepat dilakukan dalam forum resmi pemerintahan.
Menurut pandangan tersebut, persoalan kemiskinan dan pembangunan daerah seharusnya disampaikan melalui data, perencanaan kebijakan, serta strategi pembangunan yang terukur.
Baca juga: Apa Pekerjaan Sabrina Farhana Eks News Anchor yang Disebut Jadi Inspirasi Tokoh Umma di Nussa Rara