Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Terlihat di Seluruh Indonesia, Ini Jadwal dan Lokasi Pengamatan
Bulan-wenzlerdesign-
Wilayah yang Dapat Menyaksikan Gerhana
Gerhana ini memiliki cakupan visibilitas luas, meliputi Asia Timur, Australia, Selandia Baru, wilayah Pasifik, Amerika Utara dan Tengah, bagian barat Amerika Selatan, Rusia, Antartika, hingga Alaska.
Seluruh wilayah Indonesia berkesempatan menyaksikan fase totalitas. Namun, kawasan Indonesia Timur seperti Papua dan Maluku diperkirakan memperoleh posisi Bulan yang lebih tinggi saat totalitas dimulai sehingga pengamatan relatif lebih optimal.
Rekomendasi Lokasi Pengamatan di Indonesia
- Pantai Base-G, Jayapura
- Pantai Losari, Makassar
- Pesisir pantai Ambon
- Kawasan Monas, Jakarta
- Pantai Parangtritis, Yogyakarta
- Jembatan Ampera, Palembang
- Perbukitan Sumatera Barat
- Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo, Semarang
- Grand Maerakaca, Simpang Lima, Umbul Sidomukti, Eling Bening, dan Pantai Maron
Lokasi dengan ufuk timur terbuka dan minim polusi cahaya menjadi pilihan terbaik. Pengamatan aman dilakukan tanpa alat bantu, meski penggunaan teropong atau teleskop dapat memperjelas detail permukaan Bulan.
Konteks Astronomis dan Fakta Penting
Gerhana ini menjadi gerhana bulan total terakhir yang dapat diamati dari Indonesia sebelum peristiwa serupa kembali terjadi pada 31 Desember 2028 hingga 1 Januari 2029.
Secara astronomis, Bulan saat gerhana berada di konstelasi Leo. Peristiwa ini juga tercatat sebagai anggota ke-27 dari 71 gerhana dalam siklus Saros 133 yang berulang sekitar 18 tahun sekali.
Tahun 2026 diprediksi mengalami dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan. Dari seluruh rangkaian tersebut, hanya gerhana bulan total 3 Maret 2026 yang bisa disaksikan langsung dari Indonesia.
Selain menjadi tontonan publik, fenomena ini juga dimanfaatkan untuk penelitian astronomi. Observatorium Astronomi Itera Lampung akan melakukan pengamatan khusus untuk pengumpulan data ilmiah dan menyiarkan prosesnya melalui kanal resmi mereka.