SejutaCita Future Leaders Disorot Usai Founder Dituding Lakukan Pelecehan Saat Mentoring
andhika sudarman--
Unggahan Instagram dan Pengalaman Peserta
Polemik bermula dari unggahan akun Instagram @matchagreen1001 di platform Instagram yang memuat pengalaman peserta dalam perjalanan SFL ke Beijing dan Shanghai.
Identitas peserta yang disebut sebagai korban disamarkan dalam unggahan tersebut.
Konten itu menyoroti sejumlah persoalan teknis, mulai dari pembagian penerbangan, perubahan jadwal perjalanan, konsumsi, hingga pengalaman menggunakan tiket kereta cepat dengan posisi berdiri selama beberapa jam.
Namun sorotan utama tertuju pada sesi mentoring yang dipandu oleh founder berinisial AS.
Dalam unggahan tersebut disebutkan adanya pernyataan yang dinilai tidak pantas, termasuk komentar mengenai fisik, penggunaan hijab, relasi seksual, serta candaan bernuansa seksual.
Beberapa peserta mengaku merasa tidak nyaman dan menyebut interaksi itu sebagai dugaan bentuk pelecehan. Mereka juga meminta agar isu ini disuarakan agar tidak muncul korban lain serta mendesak adanya permintaan maaf terbuka.
Pernyataan Resmi Founder
Menanggapi tudingan yang beredar sejak akhir Februari 2026, AS menyampaikan klarifikasi melalui akun pribadinya di platform Threads.
Dalam pernyataan tertulis, ia menyampaikan permohonan maaf kepada peserta, alumni, orang tua, serta rekan kerja yang merasa tidak nyaman atas situasi yang terjadi.
AS mengakui gaya komunikasinya berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan. Namun ia membantah secara tegas pernah melakukan atau memiliki niat melakukan pelecehan seksual, termasuk terhadap anak di bawah umur.
Pengelolaan program SFL disebut telah dialihkan kepada Geraldine Abigail guna memastikan evaluasi berjalan objektif dan tata kelola program diperbaiki.
Selain itu, AS membuka ruang klarifikasi bagi pihak yang merasa dirugikan serta menyatakan kesediaan melibatkan lembaga independen dan kredibel untuk melakukan verifikasi menyeluruh terhadap tuduhan yang beredar.
Ia menyatakan komitmen untuk memperbaiki sistem agar pelaksanaan program ke depan lebih aman, profesional, dan memberikan manfaat bagi peserta.