Khutbah Jumat 6 Maret 2026 Mengajak Umat Bergembira dan Bersyukur Sambut Ramadhan 1447 H
masjid-pixabay-
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه ُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوا قَوْلًا سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا
Maasyiral muslimin rahimakumullah.
Mari kita perkuat ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan itulah bekal terbaik dalam setiap fase kehidupan, terlebih ketika kita memasuki bulan yang penuh kemuliaan.
Hari ini kita dipertemukan dengan Ramadhan 1447 Hijriah. Tidak semua orang yang tahun lalu berpuasa bersama kita, kini masih diberi kesempatan yang sama.
Kesempatan berjumpa Ramadhan adalah nikmat besar setelah iman dan Islam. Ia bukan sekadar siklus tahunan, melainkan anugerah yang tidak ternilai harganya.
Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, bulan dilipatgandakannya pahala, serta bulan ketika pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup. Pada bulan ini pula setan-setan dibelenggu.
Karena itu, bergembira menyambut Ramadhan merupakan tanda hidupnya hati. Kegembiraan tersebut lahir dari kesadaran bahwa Allah masih memberi ruang bagi kita untuk memperbaiki diri.
Diriwayatkan dari Thalhah bin Ubaidillah tentang dua orang sahabat yang masuk Islam bersamaan. Salah satunya wafat sebagai syahid, sedangkan yang lain meninggal setahun setelahnya.
Dalam sebuah mimpi, yang wafat belakangan justru lebih dahulu masuk surga. Ketika hal itu ditanyakan, Rasulullah SAW menjelaskan: “Bukankah ia hidup setahun lebih lama, mendapati Ramadan, lalu ia berpuasa dan bersujud dalam shalat selama setahun?” (HR. Ibnu Majah).
Tambahan satu Ramadhan ternyata mengangkat derajat seorang hamba begitu tinggi di sisi Allah SWT.
Gembira Menyambut Bulan Penuh Berkah
Rasulullah SAW selalu menyampaikan kabar gembira ketika Ramadhan tiba. Beliau bersabda bahwa telah datang kepada umatnya bulan yang penuh keberkahan.
Kegembiraan itu bukan karena hidangan berbuka atau suasana semarak semata, tetapi karena peluang ampunan yang terbuka luas. Siapa yang berpuasa dengan iman dan mengharap ridha Allah, dosa-dosanya yang telah lalu diampuni.
Setiap malam di bulan Ramadhan, Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari api neraka. Tidak ada alasan bagi seorang mukmin untuk menyambutnya dengan sikap biasa-biasa saja.
Baca juga: Darwin Jihen Episode 9: Sinopsis dan Link Nonton Streaming Sub Indo Resmi