Kolaborasi Haddad Alwi dan Danilla Riyadi Hidupkan Syair Al-I’tirof Abu Nawas dalam Lagu Pengakuan
Danilla-Instagram-
Jejak Panjang Syair Al-I’tirof
Di balik lagu “Pengakuan”, terdapat karya sastra yang telah berusia ratusan tahun. Al-I’tirof ditulis oleh Abu Nawas, penyair besar dalam tradisi sastra Arab klasik yang berperan dalam pembaruan puisi sejak era Umayyah hingga awal Abbasiyah.
Menurut catatan Halimatun Nashihah dalam Journal of Arabic Studies and Teaching, syair ini memiliki posisi istimewa di kalangan umat Muslim. Al-I’tirof kerap dilantunkan saat menanti salat berjamaah di masjid atau sebelum memulai pengajian Al-Qur’an di pesantren.
Isi puisinya merupakan pengakuan atas dosa-dosa yang terus bertambah, disertai permohonan ampun dan penyesalan mendalam. Dalam kajian literatur yang dikutip Halimatun, disebutkan bahwa melalui Al-I’tirof, Abu Nawas melahirkan puisi ratapan yang mampu mewakili suara batin banyak orang.
Roh pengakuan itulah yang kini kembali digaungkan. Dari lembaran sastra klasik hingga panggung M Bloc Live House, suara hati manusia di hadapan Tuhan terus menemukan bentuknya.