Gen Z Amerika Mulai Menerima dan Terbuka pada Mobil China, Generasi Lebih Tua Masih Ragu
BYD--
Perdebatan soal mobil asal China makin menguat di Amerika Serikat. Sebagian konsumen menunjukkan ketertarikan, namun sebagian lainnya tetap menaruh jarak karena persoalan kepercayaan.
Survei terbaru dari Cox Automotive mengungkap hampir 40 persen responden mengaku sangat atau cukup mungkin mempertimbangkan merek China jika tersedia di pasar domestik. Namun, angka yang hampir sama menyatakan sebaliknya dan menolak kemungkinan tersebut.
Perbedaan sikap paling mencolok terlihat pada kelompok usia. Konsumen Gen Z mencatat tingkat keterbukaan hingga 69 persen. Jika merek China benar-benar masuk pasar Amerika, segmen muda diperkirakan menjadi target utama strategi pemasaran.
Kesadaran Merek Masih Minim
Meski perbincangan soal mobil China ramai di ruang digital, tingkat pemahaman publik ternyata masih terbatas. Hampir separuh responden mengaku mengenal merek kendaraan China, tetapi hanya sebagian kecil yang benar-benar memahami produknya.
BYD menjadi nama yang paling banyak dikenal, namun tingkat pemahaman mendalam terhadap merek tersebut hanya sekitar 17 persen. Di tingkat dealer, kesadarannya bahkan lebih rendah, dengan hanya seperempat yang mengaku familiar.
Temuan ini menunjukkan diskusi mengenai masuknya merek China masih berada pada tahap awal, khususnya di jaringan distribusi resmi.