Khutbah Jumat 6 Maret 2026 Mengajak Umat Menjaga Hati dan Lisan agar Selamat Dunia Akhirat
al quran-freebiespic/pixabay-
Menjaga diri dari keburukan merupakan bagian dari konsekuensi iman. Setiap muslim dituntut memperbanyak amal saleh dan menjauhi segala hal yang dapat merusak hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.
Pada kesempatan khutbah Jumat 6 Maret 2026, tema yang diangkat adalah pentingnya hati dan lisan sebagai penentu kualitas seorang hamba di hadapan Allah SWT.
الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه وَلاَ نَبِيَّ بَعدَهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن فَيَاعِبَادَ اللهِ اوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقوَى الله اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Laksanakan perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya, serta mohon agar akhir kehidupan kita ditutup dalam keadaan Islam dan husnul khatimah.
Kisah Lukman Al-Hakim tentang Hati dan Lisan
Dikisahkan seorang hamba saleh bernama Lukman Al-Hakim yang diperintah tuannya menyembelih kambing dan membawa bagian terbaik darinya. Ia memilih hati dan lidah untuk diserahkan.
Keesokan harinya, ia kembali diminta menyembelih kambing, namun kali ini diminta membawa bagian terburuk. Lagi-lagi ia menyerahkan hati dan lidah.
Saat ditanya alasannya, Lukman menjelaskan bahwa tidak ada bagian tubuh yang lebih baik dari keduanya jika keduanya baik. Sebaliknya, tidak ada yang lebih buruk jika keduanya rusak.
Kisah ini menegaskan bahwa kualitas manusia sangat ditentukan oleh kebersihan hati dan kendali lisannya.
Hati sebagai Pusat Kebaikan
Rasulullah SAW mengingatkan bahwa dalam diri manusia terdapat segumpal daging yang menentukan baik atau buruknya seluruh anggota tubuh.
ألا وإنَّ في الجَسَدِ مُضْغَةً، إذا صَلَحَتْ، صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ، وإذا فَسَدَتْ، فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ، ألا وهي القَلْبُ
Ingatlah, dalam tubuh terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka seluruh tubuh menjadi baik. Jika ia rusak, maka seluruh tubuh ikut rusak. Itulah hati.
Hati yang bersih melahirkan sikap dermawan, empati, dan kebaikan. Sebaliknya, hati yang dipenuhi kesombongan dan iri akan menyeret pada kemaksiatan.
Kemaksiatan iblis bukan karena perbuatan fisik, melainkan karena kesombongan saat merasa lebih baik dari Nabi Adam AS. Dari sinilah kita belajar bahwa penyakit hati dapat menghancurkan nilai ketaatan.