close ads x

Profil Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran Tewas dalam Serangan Gabungan Amerika Serikat–Israel

Profil Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran Tewas dalam Serangan Gabungan Amerika Serikat–Israel

Aya--

Baca juga: Pemilu Nepal 2026 Soroti Korupsi dan Nepotisme Anak Politisi

Dari Diplomasi ke Konfrontasi

Meski dikenal tegas, Khamenei pernah menyetujui kesepakatan nuklir 2015 atau JCPOA guna meredakan dampak sanksi ekonomi.



Namun keputusan Washington di era Presiden Donald Trump yang menarik diri dari perjanjian tersebut mendorong Teheran kembali mengambil posisi konfrontatif dan menutup pintu dialog langsung.

Khamenei kemudian mengusung strategi yang ia sebut “bukan damai, bukan perang” seraya memperkuat jaringan sekutu regional yang dikenal sebagai poros perlawanan, termasuk Hizbullah, Hamas, dan kelompok Houthi.

Langkah itu menempatkan Iran sebagai aktor kunci dalam berbagai konflik kawasan sekaligus meningkatkan ketegangan dengan Israel.


Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya secara terbuka melontarkan ancaman terhadap Khamenei di tengah eskalasi konflik Israel-Hamas dan rangkaian serangan terhadap target Iran serta sekutunya.

Dalam salah satu pidato terakhirnya, Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah. “Bangsa Iran tidak akan menyerah. Intervensi militer AS akan membawa kerusakan yang tak bisa diperbaiki,” ujarnya.

Titik Balik Sejarah Iran

Bagi para pendukungnya, Khamenei dipandang sebagai simbol keteguhan menghadapi tekanan Barat dan Israel.

Namun bagi pengkritik, kepemimpinannya dinilai semakin jauh dari aspirasi generasi muda yang menginginkan reformasi dan perbaikan ekonomi.

Kepergiannya berpotensi menjadi momen paling menentukan bagi Republik Islam Iran sejak revolusi 1979, dengan implikasi besar terhadap arah politik domestik dan dinamika kawasan.

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya