close ads x

Video Ukhti Mukena Pink Viral 2 Menit 31 Detik, Publik Diingatkan Waspada Link Tanpa Sensor

Video Ukhti Mukena Pink Viral 2 Menit 31 Detik, Publik Diingatkan Waspada Link Tanpa Sensor

Pink-Instagram-

Istilah “ukhti mukena pink tanpa sensor” ramai diperbincangkan warganet sejak awal Ramadan. Frasa tersebut mendadak membanjiri linimasa dan masuk dalam daftar pencarian populer di sejumlah platform.

Pada Rabu malam, 25 Februari 2026, kata kunci seperti “ukhti mukena pink”, “ukhti mukenah pink asli”, hingga “ukhti mukenah pink viral terbaru” tercatat melonjak di media sosial dan mesin pencari. Percakapan menyebar cepat lewat unggahan ulang berbagai akun.

Potongan Video Picu Rasa Penasaran



Rekaman yang beredar memperlihatkan seorang perempuan muda mengenakan mukena warna pink bermotif geometri. Ia tampak sedang berdoa atau bersiap menunaikan salat.

Namun perhatian publik justru tertuju pada bagian tubuh yang ditutup sensor berbentuk persegi putih di area dada. Bagian itulah yang memicu spekulasi sekaligus rasa ingin tahu warganet.

Video berdurasi singkat tersebut terus diunggah ulang, sehingga penyebarannya meluas dalam waktu singkat. Dampaknya, pencarian terkait versi “tanpa sensor” ikut melonjak.


Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai keberadaan versi panjang atau versi asli tanpa sensor seperti yang diklaim sejumlah akun anonim. Mayoritas konten yang beredar hanya berupa potongan pendek tanpa informasi jelas soal waktu, lokasi, maupun identitas pihak yang terekam.

Permintaan Tautan Lengkap Bermunculan

Tingginya rasa penasaran membuat kolom komentar di berbagai platform dipenuhi permintaan link video lengkap. Sejumlah unggahan bahkan memakai narasi provokatif untuk menarik perhatian dan klik.

  • Akun anonim mengklaim memiliki versi asli tanpa sensor.
  • Tautan dibagikan dengan iming-iming akses eksklusif.
  • Link tidak mencantumkan sumber atau verifikasi jelas.

Kondisi tersebut memunculkan risiko baru. Sejumlah tautan yang beredar diduga mengarah pada situs phishing atau memuat malware yang berpotensi mencuri data pribadi pengguna.

Platform media sosial sebenarnya menyediakan fitur pelaporan untuk konten menyesatkan dan tautan mencurigakan. Namun penyebaran yang masif membuat sebagian pengguna terlanjur mengakses link berbahaya sebelum sempat diverifikasi.

Baca juga: Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 28 Februari - 1 Maret 2026

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya