close ads x

Ramadhan Membentuk Karakter dan Pribadi Agung Melalui Madrasah Ketakwaan! Inilah Khutbah Jumat 27 Februari 2026

Ramadhan Membentuk Karakter dan Pribadi Agung Melalui Madrasah Ketakwaan! Inilah Khutbah Jumat 27 Februari 2026

masjid-pixabay-

Bulan suci Ramadhan kembali hadir sebagai momentum pembinaan diri bagi umat Islam. Selain menjadi bulan penuh ampunan dan keberkahan, Ramadhan juga merupakan ruang pendidikan spiritual yang menempa karakter serta memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.

Pada kesempatan khutbah Jumat ini, jamaah diajak menjadikan Ramadhan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, melainkan proses pembentukan pribadi yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih taat.

Khutbah Pertama



الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَنْزَلَ الْأَحْكَامَ لِإِمْضَاءِ عِلْمِهِ الْقَدِيمِ، وَأَجْزَلَ الْإِنْعَامَ لِشَاكِرِ فَضْلِهِ الْعَمِيمِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ الْبَرُّ الرَّحِيمُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمَبْعُوثُ بِالدِّيْنِ الْقَوِيمِ، الْمَنْعُوتُ بِالْخُلُقِ الْعَظِيمِ. صَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ وَالتَّسْلِيمِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللهِ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, rasa syukur patut kita panjatkan karena masih diberi kesempatan bertemu dengan Ramadhan. Bulan ini bukan hanya waktu menahan lapar dan dahaga, melainkan fase penguatan iman yang Allah siapkan bagi hamba-hamba-Nya.


Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, teladan agung yang membimbing umat menuju akhlak terbaik. Semoga kita termasuk golongan yang memperoleh syafaatnya kelak.

Ramadhan adalah madrasah ketakwaan. Selama sebulan penuh, umat Islam dilatih menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, termasuk mengekang lisan, pandangan, serta perilaku yang tidak diridhai Allah.

Puasa membiasakan kesabaran dan pengendalian diri. Shalat tarawih mendidik kedisiplinan. Zakat dan sedekah menumbuhkan empati sosial. Sementara tilawah Al-Qur’an memperdalam pemahaman terhadap petunjuk Ilahi.

Allah SWT menegaskan tujuan puasa dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS Al-Baqarah [2]: 183).

Ayat tersebut menegaskan bahwa puncak dari ibadah puasa adalah lahirnya pribadi bertakwa. Puasa berfungsi menyucikan jiwa sekaligus mempersempit jalan setan dalam menggoda manusia.

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’anil Adzim menjelaskan bahwa puasa mengandung unsur tazkiyatun nafs atau penyucian diri serta memperlemah dorongan hawa nafsu.

لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ، لِأَنَّ الصَّوْمَ فِيهِ تَزْكِيَةٌ لِلْبَدَنِ وَتَضْيِيقٌ لِمَسَالِكِ الشَّيْطَانِ

Artinya: Agar kamu bertakwa, karena dalam puasa terdapat penyucian diri dan penyempitan jalan-jalan setan.

Karena itu, menjaga kualitas puasa menjadi keharusan. Bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menjauhi ghibah, dusta, adu domba, serta pandangan yang diharamkan.

Syekh Hasan al-Massyath dalam Is’afu Ahlil Iman bi Wadza’if Syahri Ramadhan mengingatkan:

إِذَا لَمْ يَكُنْ فِي السَّمْعِ مِنِّي تَصَاوُنٌ وَفِي بَصَرِي غَضٌّ وَفِي مَنْطِقِي صَمْتٌ فَحَظِّي إِذَنْ مِنْ صَوْمِيَ الْجُوعُ وَالظَّمَا فَإِنْ قُلْتُ إِنِّي صُمْتُ يَوْمِي فَمَا صُمْتُ

Artinya: Jika pendengaran tidak dijaga, pandangan tidak ditundukkan, dan lisan tidak dikendalikan, maka bagian yang diperoleh dari puasa hanyalah lapar dan dahaga. Sekalipun ia berkata telah berpuasa, sejatinya ia belum berpuasa.

Ramadhan hendaknya membentuk kebiasaan baik yang terus berlanjut setelah bulan suci berlalu. Ketakwaan yang terlatih selama sebulan harus menjadi karakter permanen dalam kehidupan sehari-hari.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، أَقُولُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Baca juga: Mudik Gratis 2026 PLN Dibuka 25 hingga 28 Februari Ini Syarat dan Cara Daftarnya

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya