Huawei Mate X7 Resmi Meluncur di Indonesia, Usung Kamera Flagship dan Desain Tahan Air
Huawei-Instagram-
Huawei kembali meramaikan pasar ponsel lipat premium di Indonesia dengan menghadirkan Huawei Mate X7 pada 2026. Perangkat ini menjadi seri foldable pertama Huawei yang dipasarkan resmi di Tanah Air tahun ini dan digadang sebagai model paling matang yang pernah mereka rilis.
Sejumlah pengamat teknologi menyoroti sektor kamera sebagai nilai jual utama. Tech reviewer dari kanal YouTube Jagat Review, Deddy Irvan, bahkan menyebut performanya berada di level teratas untuk kategori ponsel lipat.
“Menurut kami ini adalah yang terbaik untuk smartphone foldable,” ujar Deddy saat membahas kemampuan kamera perangkat tersebut.
Desain Tipis dengan Sertifikasi Tahan Air dan Debu
Huawei Mate X7 mengusung desain ramping dengan ketebalan sekitar 4,5 mm saat terbuka dan 9,5 mm ketika dilipat. Bobotnya berada di kisaran 236 hingga 242 gram, masih sekelas ponsel flagship konvensional.
Material vegan leather dipadukan modul kamera berukuran besar mempertegas kesan premium. Perangkat ini juga telah mengantongi sertifikasi IP58 dan IP59.
- Tahan air hingga kedalaman 2 meter selama 30 menit
- Tahan semprotan air bertekanan tinggi
- Dirancang sebagai proteksi tambahan dalam penggunaan harian
Deddy mengingatkan bahwa sertifikasi tersebut bukan berarti perangkat dapat diuji dalam kondisi ekstrem secara sengaja.
Layar 8 Inci dengan Struktur Lebih Kokoh
Pada bagian dalam, Huawei membenamkan layar utama OLED 8 inci dengan refresh rate 120Hz. Panel ini dilindungi tiga lapisan, termasuk carbon fiber support layer dan ultra-thin glass untuk meningkatkan daya tahan.
Huawei mengklaim ketahanan lipatan meningkat hingga 100 persen dibanding generasi sebelumnya. Engsel presisi yang digunakan disebut telah melewati pengujian hingga satu juta kali buka-tutup.
Sementara itu, layar penutup berukuran 6,49 inci dilapisi Ultra Durable Crystal Armor Glass yang diklaim 16 kali lebih tahan gores dan 25 kali lebih tahan benturan dibanding kaca standar.
Baca juga: 7 Kontribusi Tasya Kamila Sebagai Penerima Beasiswa LPDP, Benarkah Hanya Membahas Tentang Sampah?