11 Kultum Ramadan 2026 Singkat 7–10 Menit Lengkap Judul dan Dalilnya
masjid-pixabay-
11 Kultum Ramadan 2026 Singkat 7–10 Menit Lengkap Judul dan Dalilnya -
Kultum Ramadan kerap menjadi sarana dakwah yang efektif karena disampaikan singkat, padat, dan langsung menyentuh kebutuhan jamaah. Agar pesan lebih kuat, materi kultum umumnya disusun runtut dan disertai dalil dari Al-Qur’an maupun hadis.
Berikut 11 contoh kultum Ramadan 2026 untuk durasi sekitar 7–10 menit, lengkap dengan judul dan dalil yang bisa dijadikan pegangan.
1. Menyambut Ramadan
Dalil: QS. Al-Baqarah: 183
Ramadan datang membawa peluang besar untuk memperbaiki diri. Kultum ini menekankan cara menyambut bulan suci dengan iman dan pemahaman, bukan sekadar rutinitas tahunan atau euforia suasana.
Pesan utamanya mengajak jamaah menjadi golongan yang gembira karena memahami nilai keberkahan dan pahala yang dilipatgandakan.
2. Keistimewaan dan Keutamaan Puasa
Dalil: Hadis Qudsi tentang puasa dan HR Bukhari-Muslim tentang ampunan Ramadan
Puasa disebut sebagai ibadah istimewa karena ganjarannya ditetapkan langsung oleh Allah. Kultum ini dapat memuat keutamaan puasa sebagai penghapus dosa dan pelindung dari keburukan.
Disertai pengingat agar puasa tidak rusak oleh dusta, ghibah, dan kemaksiatan sehingga tidak berakhir hanya dengan lapar dan dahaga.
3. Ingin Hasil Ramadan Berkualitas? Ibda’ Binafsika
Dalil: QS. Az-Zalzalah: 7–8
Materi ini menekankan bahwa perubahan terbaik dimulai dari diri sendiri, dari hal kecil, dan dimulai sekarang. Kebaikan sekecil apa pun bernilai di sisi Allah, begitu juga keburukan sekecil apa pun ada balasannya.
Kultum ini cocok untuk mendorong jamaah memperbanyak amal sederhana namun konsisten sepanjang Ramadan.
4. Mulut, Perut, dan Kemaluan
Dalil: QS. Al-Baqarah: 183 dan hadis tentang penyebab masuk surga/neraka
Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga mengendalikan sumber-sumber keburukan yang sering memicu masalah pribadi dan sosial.
Fokus kultum mengajak menjaga lisan, mengatur pola makan, serta memelihara kehormatan diri agar puasa benar-benar melahirkan ketakwaan.
5. Cinta dan Dzikir kepada Sang Khaliq
Dalil: QS. Al-Baqarah: 152 dan HR Muslim tentang shalawat
Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak dzikir dan shalawat. Dalilnya menegaskan bahwa mengingat Allah menghadirkan ketenangan, sedangkan shalawat mendatangkan rahmat.
Kultum dapat diarahkan pada ajakan membangun kedekatan spiritual yang konsisten, bukan hanya saat Ramadan.
6. Belajar Jujur dari Momentum Puasa
Dalil: Hadis Qudsi tentang puasa dan HR Bukhari tentang kejujuran
Puasa melatih kejujuran karena hanya pelaku dan Allah yang benar-benar mengetahui pelaksanaannya. Dari sini, kultum mengajak jamaah menjaga integritas dalam keseharian.
Pesannya menekankan kejujuran membawa pada kebaikan dan kebaikan mengantarkan pada surga, sedangkan dusta menuntun pada keburukan.
7. Refleksi Diri, Raih Kemenangan Hakiki
Dalil: QS. Al-Baqarah: 186
Kultum ini mengajak jamaah menilai ulang kualitas ibadah, agar Ramadan tidak berhenti pada tradisi dan kebiasaan, melainkan benar-benar melahirkan perubahan.
Ditekankan bahwa Allah dekat dan mengabulkan doa, sehingga momen Ramadan semestinya dimaksimalkan untuk memperbaiki iman dan perilaku.
8. Tolonglah Saudaramu, Maka Allah akan Menolongmu
Dalil: QS. Al-Ma’idah: 2, QS. Muhammad: 7, dan HR Muslim tentang saling menolong
Ramadan memperkuat kepedulian sosial. Kultum ini menegaskan perintah tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa, serta janji pertolongan Allah bagi hamba yang menolong saudaranya.
Materi dapat ditutup dengan ajakan konkret: membantu sesuai kemampuan, baik dengan harta, tenaga, ilmu, maupun dukungan moral.
9. Selalu Ada Solusi pada Setiap Kesulitan Hidup
Dalil: QS. Al-Insyirah: 5–6
Ayat “sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” menjadi penguat mental dan spiritual, termasuk di bulan Ramadan. Kultum ini menekankan bahwa kesulitan dan kemudahan berjalan beriringan.
Pesan utamanya mengajak jamaah tidak putus asa, tetap berusaha, serta menguatkan keyakinan bahwa Allah memberi jalan keluar.
10. Memperbaiki Diri di Bulan Suci
Dalil: QS. Al-Baqarah: 183 dan HR Bukhari-Muslim tentang ampunan Ramadan
Ramadan adalah momen memperbaiki hubungan dengan Allah, memperbaiki akhlak, dan memperbanyak taubat. Kultum ini dapat disusun dengan tiga fokus: ibadah, perilaku, dan evaluasi diri.
Ukuran keberhasilan Ramadan ditekankan pada perubahan setelahnya: lebih dekat kepada Allah dan lebih baik dalam sikap.
11. Puasa Bukan Hanya Menahan Lapar
Dalil: QS. Al-Baqarah: 183, HR Ibnu Majah tentang puasa hanya lapar, dan HR Bukhari-Muslim tentang adab puasa
Materi ini menegaskan makna puasa sebagai latihan pengendalian diri lahir batin. Puasa yang benar menjaga lisan, emosi, dan perbuatan dari hal-hal yang merusak pahala.
Kultum bisa ditutup dengan ajakan menumbuhkan empati serta memperbanyak amal baik agar puasa berbuah takwa.