Kebiasaan Sepele Ini Bisa Bikin Tubuh Cepat Haus dan Lemas saat Berpuasa
ilustrasi-pixabay-
Paparan AC dan Minuman Berkafein
Ruangan ber-AC dengan tingkat kelembapan rendah membuat cairan tubuh menguap secara perlahan melalui kulit dan pernapasan.
Meski tidak berkeringat, tubuh tetap kehilangan cairan. Gejalanya dapat berupa mata kering, tenggorokan terasa tidak nyaman, hingga konsentrasi menurun.
Selain itu, mengandalkan kopi dan teh sebagai pengganti air putih juga menjadi kesalahan umum.
Minuman berkafein memang mengandung air, tetapi konsumsi berlebihan tanpa diimbangi air putih dapat meningkatkan risiko dehidrasi karena memicu buang air kecil lebih sering.
Mitos Minum Saat Makan
Masih banyak yang percaya minum ketika makan bisa mengganggu proses pencernaan.
Faktanya, minum air dalam jumlah wajar saat makan justru membantu pencernaan, terutama ketika mengonsumsi makanan asin atau kering.
Kurang Konsumsi Makanan Tinggi Air
Asupan cairan tidak hanya berasal dari minuman. Buah dan sayur dengan kandungan air tinggi turut berperan menjaga hidrasi tubuh.
- Mentimun
- Semangka
- Jeruk
- Sup
- Sayuran hijau
Konsumsi makanan tersebut membantu memenuhi kebutuhan cairan harian secara alami.
Jika rasa haus terjadi terus-menerus disertai lemas, pusing, atau sering buang air kecil, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan dehidrasi berat, efek obat-obatan, kehamilan, atau gangguan metabolik. Dalam situasi demikian, pemeriksaan medis tetap diperlukan.
Menjaga hidrasi tidak berarti minum dalam jumlah besar sekaligus. Kuncinya adalah konsisten mencukupi cairan sepanjang hari agar tubuh tetap bugar dan fokus terjaga dari pagi hingga malam.