Harga Cabai Rawit Merah di Mojokerto Tembus Rp 120 Ribu per Kg Jelang Ramadan
cabe-pixabay-
MOJOKERTO – Harga cabai rawit merah di Pasar Raya Mojosari melonjak tajam menjelang Ramadan. Dalam inspeksi mendadak yang dilakukan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI bersama Tim Satgas Pangan Polres Mojokerto, Senin (17/2), komoditas tersebut tercatat menembus Rp 120 ribu per kilogram.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok dan bahan pangan penting lainnya di pasar tradisional. Dari hasil pengecekan, cabai rawit merah menjadi komoditas dengan kenaikan paling mencolok.
Kenaikan Dipicu Gagal Panen dan Cuaca
Penata Kelola Pemerintah Bapanas RI, Vina Audya, menjelaskan lonjakan harga cabai rawit merah terjadi secara luas di sejumlah daerah. Pedagang di pasar mengaku sudah merasakan dampak kenaikan tersebut sejak dari tingkat pemasok.
Menurutnya, harga di tingkat tengkulak telah berada di kisaran Rp 95 ribu per kilogram sebelum sampai ke pedagang. Kondisi itu ikut mendorong harga eceran melonjak hingga Rp 120 ribu per kilogram.
“Cabai rawit merah secara nasional memang terjadi kenaikan signifikan. Pertama karena dipicu gagal panen dan kedua karena faktor cuaca,” ujarnya dalam keterangan usai sidak.
Daging Ayam Ikut Terkerek
Selain cabai, tim gabungan juga mencatat kenaikan harga pada daging ayam ras. Saat ini, harga ayam berada di angka Rp 45 ribu per kilogram.
Pedagang menyebut kenaikan tersebut sudah berlangsung sekitar satu pekan terakhir. Meski begitu, sejumlah bahan pokok lain masih relatif stabil.
- Beras SPHP dijual Rp 60 ribu per kemasan 5 kilogram atau Rp 12.500 per kilogram.
- Minyakita tetap berada di harga Rp 15.700 per liter.
Vina menegaskan, harga Minyakita dan beras SPHP masih sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Baca juga: Khutbah Jumat 20 Februari 2026 Menguatkan Ilmu agar Puasa Ramadan Tidak Sia-sia