Trump Ungkap Komitmen Dana US$5 Miliar Board of Peace untuk Gaza

Trump Ungkap Komitmen Dana US$5 Miliar Board of Peace untuk Gaza

Donald trump-Instagram-

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa negara-negara anggota Board of Peace berkomitmen menyediakan lebih dari US$5 miliar untuk mendukung rekonstruksi dan bantuan kemanusiaan di Gaza.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan di platform Truth Social menjelang pertemuan resmi perdana kelompok itu yang dijadwalkan berlangsung pekan ini.



Selain pendanaan, Trump menyebut para anggota juga menjanjikan pengiriman ribuan personel guna mendukung pasukan stabilisasi yang mendapat mandat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dukungan tersebut termasuk membantu pembentukan kepolisian lokal di wilayah Gaza.

Pertemuan Perdana dan Dukungan PBB

Agenda perdana Board of Peace rencananya digelar di Donald J. Trump Institute of Peace. Lembaga tersebut baru-baru ini berganti nama melalui kebijakan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

Delegasi dari lebih dari 20 negara dijadwalkan hadir, termasuk sejumlah kepala negara. Inisiatif pembentukan Board of Peace telah mendapat dukungan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB sebagai bagian dari upaya menghentikan konflik antara Israel dan Hamas.


Israel dan Hamas sebelumnya menyepakati rencana tersebut dengan gencatan senjata resmi berlaku sejak Oktober tahun lalu. Meski demikian, kedua pihak masih saling menuding adanya pelanggaran kesepakatan.

Data Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 590 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata diberlakukan. Sementara itu, pihak Israel melaporkan empat tentaranya meninggal dunia akibat serangan militan Palestina dalam periode yang sama.

Komposisi Anggota Beragam

Trump menyoroti komposisi keanggotaan Board of Peace yang melibatkan berbagai negara kawasan Timur Tengah seperti Turki, Mesir, Arab Saudi, Qatar, dan Israel. Sejumlah negara berkembang, termasuk Indonesia, juga disebut bergabung dalam inisiatif tersebut.

Di sisi lain, beberapa kekuatan global serta sekutu tradisional Amerika Serikat di kawasan Barat dilaporkan masih mengambil sikap hati-hati terhadap langkah tersebut.

Inisiatif ini disebut sebagai bagian dari strategi diplomasi baru Washington untuk mendorong stabilitas jangka panjang di Gaza melalui kombinasi rekonstruksi ekonomi dan penguatan keamanan.

Sumber:

l3

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya