Khutbah Jumat 20 Februari 2026 Angkat Pesan Nabi Muhammad tentang Keutamaan Ramadhan
masjid-pixabay-
Ramadhan kembali hadir sebagai bulan yang dinanti umat Islam. Di dalamnya, Allah SWT membuka pintu ampunan seluas-luasnya dan melipatgandakan pahala setiap amal kebajikan.
Pada kesempatan Khutbah Jumat 20 Februari 2026, tema yang diangkat berfokus pada isi salah satu khutbah Nabi Muhammad SAW menjelang datangnya bulan suci tersebut. Riwayat ini dinukil dari sahabat Salman al-Farisi r.a. dan tercantum dalam sejumlah kitab fikih, di antaranya I’ānah ath-Thālibīn dan Fath al-‘Allām.
Ramadhan Bulan Agung Penuh Keberkahan
Dalam khutbahnya di akhir bulan Sya’ban, Rasulullah SAW mengingatkan para sahabat tentang kemuliaan Ramadhan.
Beliau bersabda:
أَيُّهَا النَّاسُ: قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيمٌ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، فِيهِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ، خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، جَعَلَ اللهُ تَعَالَى صِيَامَهُ فَرِيضَةً، وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا.
“Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung dan penuh berkah. Di dalamnya terdapat Lailatul Qadr yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Allah mewajibkan puasa di siang harinya dan menganjurkan qiyamul lail pada malamnya.”
Beliau juga menjelaskan bahwa satu amal sunnah di bulan Ramadhan bernilai seperti satu amal wajib di bulan lain. Sedangkan satu amal wajib di dalamnya dilipatgandakan pahalanya setara tujuh puluh kewajiban di luar Ramadhan.
Bulan Kesabaran dan Kepedulian
Ramadhan disebut sebagai bulan kesabaran, dan balasan bagi kesabaran adalah surga. Bulan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial.
Rasulullah SAW bersabda:
وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ، وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ، وَهُوَ شَهْرُ الْمُوَاسَاةِ، وَهُوَ شَهْرٌ يُزَادُ فِيهِ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ. مَنْ فَطَّرَ فِيهِ صَائِمًا كَانَ لَهُ عِتْقُ رَقَبَةٍ وَمَغْفِرَةٌ لِذُنُوبِهِ.
“Ramadhan adalah bulan kesabaran dan ganjarannya adalah surga. Ia juga bulan berbagi, dan rezeki orang beriman dilapangkan. Siapa yang memberi makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, baginya pahala seperti memerdekakan budak dan ampunan atas dosa-dosanya.”
Ketika para sahabat menyampaikan kekhawatiran tidak semua mampu memberi hidangan berbuka dalam jumlah besar, Rasulullah SAW menjawab bahwa pahala tersebut tetap diberikan meski hanya dengan seteguk air, seteguk susu, atau sebutir kurma.
Beliau menambahkan, siapa yang membuat orang berpuasa kenyang, maka Allah akan mengampuni dosanya dan memberinya minum dari telaga beliau kelak di akhirat, sehingga tidak akan merasa haus selamanya. Pahalanya pun setara dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi sedikit pun ganjaran orang tersebut.
Baca juga: Daftar Promo Bukber Hotel Jogja 2026 Lengkap Harga dan Diskon Ramadhan