Penetapan Awal Ramadhan 2026 Berpotensi Berbeda Antara NU dan Muhammadiyah! Ini Penjelasan Kemenag

Penetapan Awal Ramadhan 2026 Berpotensi Berbeda Antara NU dan Muhammadiyah! Ini Penjelasan Kemenag

puasa-pixabay-

Potensi perbedaan penetapan awal Ramadhan 2026 kembali menjadi perhatian publik. Kementerian Agama menegaskan bahwa perbedaan tersebut bukan hal baru dalam praktik penentuan awal bulan hijriah di Indonesia.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa perbedaan kerap terjadi karena metode yang digunakan masing-masing organisasi kemasyarakatan Islam tidak selalu sama.



“Sebenarnya kalau berbeda itu biasa gitu, karena cara pandang kemudian cara penetapan dari ormas-ormas Islam tersebut tidak sama,” ujar Arsad dalam keterangannya.

Perbedaan Metode Penentuan Awal Ramadhan

Penetapan awal Ramadhan di Indonesia dilakukan melalui sejumlah pendekatan. Setiap ormas memiliki dasar perhitungan dan pertimbangan masing-masing.

  • Metode hisab atau perhitungan astronomi.
  • Rukyatul hilal atau pengamatan langsung bulan sabit.
  • Konsep Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Perbedaan metode inilah yang kerap memunculkan variasi dalam penetapan tanggal 1 Ramadhan. Meski demikian, seluruh pendekatan tersebut memiliki landasan keilmuan dan pertimbangan syariah masing-masing.

Mekanisme Sidang Isbat Pemerintah


Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan awal Ramadhan melalui sidang isbat. Forum ini menjadi ruang musyawarah yang melibatkan berbagai ormas Islam untuk menyampaikan pandangan mereka.

“Kita undang seluruh ormas Islam, baik Muhammadiyah, NU, Persis, dan yang lain. Kita dengarkan pandangan mereka, kemudian dimusyawarahkan dan diambil keputusan yang maslahat,” kata Arsad.

Keputusan hasil sidang isbat tersebut kemudian menjadi dasar resmi pemerintah dalam menetapkan awal bulan suci Ramadhan.

Baca juga: Apa Pekerjaan Santi Febrianti? Istri Baru Reza SMASH, Bukan Orang Sembarangan?

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya