Link Video Botol Golda Tanpa Sensor Viral, Ini Fakta dan Waspada Scamming serta Phishing

Link Video Botol Golda Tanpa Sensor Viral, Ini Fakta dan Waspada Scamming serta Phishing

Botol Golda--

Pencarian terkait istilah “video botol Golda” atau “video botol viral” ramai dibahas warganet dalam beberapa hari terakhir. Narasi yang beredar menyebut adanya video berdurasi sekitar 19 detik yang diklaim memuat adegan dewasa dengan objek botol minuman tertentu.

Isu tersebut memicu rasa penasaran publik, terutama setelah sejumlah akun mengaku memiliki tautan video asli dan membagikannya melalui media sosial.

Benarkah Video Itu Ada?



Berdasarkan penelusuran, hingga kini belum ditemukan bukti visual yang jelas dan terverifikasi terkait video yang dimaksud. Tidak ada cuplikan utuh, tangkapan layar autentik, maupun pernyataan resmi dari pihak produsen minuman yang dikaitkan dalam narasi tersebut.

Sejumlah tautan yang beredar justru diduga hanya memanfaatkan judul sensasional untuk menarik klik. Beberapa di antaranya mengarah pada konten tidak relevan, situs penuh iklan, atau bahkan halaman yang berpotensi membahayakan pengguna.

Mengapa Dikaitkan dengan Merek Tertentu?

Penyebutan nama merek muncul karena objek dalam narasi disebut memiliki kemiripan dengan botol minuman kopi siap saji tertentu. Namun, fenomena ini kerap terjadi dalam tren viral, di mana nama produk dipakai sebagai kata kunci untuk meningkatkan perhatian.


Belum ada bukti bahwa perusahaan terkait memiliki hubungan dengan konten yang disebut-sebut tersebut.

Waspada Link Clickbait

Pengguna media sosial diimbau tidak sembarangan mengklik tautan bertuliskan “video botol Golda 19 detik” atau sejenisnya. Banyak laporan menyebut link tersebut berisi iklan agresif, malware, hingga upaya pencurian data pribadi.

Modus seperti ini kerap dikategorikan sebagai scamming dan phishing.

Apa Itu Scamming?

Scamming adalah bentuk penipuan daring yang bertujuan mencuri uang atau data pribadi korban. Pelaku biasanya menyamar sebagai pihak tepercaya dan memancing korban untuk mentransfer dana atau memberikan informasi sensitif.

Dalam konteks isu video viral, pelaku memanfaatkan rasa penasaran publik untuk menyebarkan tautan palsu yang berujung pada kerugian.

Apa Itu Phishing?

Phishing merupakan teknik penipuan siber dengan cara menyamar sebagai lembaga resmi melalui email, pesan singkat, atau situs palsu. Korban diarahkan untuk memasukkan data seperti kata sandi, PIN, atau nomor kartu kredit.

Istilah ini berasal dari kata “fishing” karena pelaku memancing korban dengan janji hadiah, ancaman akun diblokir, atau konten sensasional.

Langkah Aman yang Bisa Dilakukan

  • Hindari mengklik tautan yang tidak jelas sumbernya.
  • Jangan memasukkan data pribadi pada situs mencurigakan.
  • Gunakan verifikasi dua langkah untuk akun media sosial.
  • Laporkan konten yang melanggar aturan platform.

Isu “video botol viral” lebih banyak beredar sebagai rumor tanpa bukti kuat. Masyarakat diharapkan lebih kritis dan tidak mudah terpancing oleh narasi yang belum terverifikasi agar terhindar dari risiko penipuan digital.

Sumber:

l3

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya