Proses hukum berlanjut ketika terdakwa ditahan oleh kepolisian pada 27 November 2024 atas dugaan merusak reputasi komersial. Penahanan tersebut diikuti dengan penangkapan resmi pada 3 Januari 2025.

Jaksa kemudian mengajukan dakwaan secara formal pada September 2025, membuka jalan bagi proses persidangan yang kini masih berjalan.

Sikap Pihak Terkait dan Implikasi Kasus

Pihak Zeekr melalui departemen hukumnya menyatakan tidak pernah bekerja sama dengan individu maupun organisasi mana pun dalam pelaksanaan uji tabrak tersebut.

Mereka juga menegaskan hak untuk menempuh jalur hukum terhadap penyebaran informasi yang dianggap tidak benar atau merugikan.

Hingga Selasa, 10 Februari 2026, perkara ini masih menunggu putusan akhir pengadilan. Hasilnya dinilai akan menjadi preseden penting terkait batas kebebasan berekspresi kreator konten serta tanggung jawab hukum atas informasi yang disebarluaskan di ruang digital.