Baal dalam Mitologi Kuno dan Isu yang Dikaitkan dengan Kasus Jeffrey Epstein

Baal dalam Mitologi Kuno dan Isu yang Dikaitkan dengan Kasus Jeffrey Epstein

Baal-Instagram-

Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis ribuan dokumen terkait kasus perdagangan seks anak yang melibatkan Jeffrey Epstein. Publikasi ini kembali memantik perhatian luas karena memuat nama-nama tokoh berpengaruh, mulai dari miliarder hingga pejabat tinggi.

Di tengah derasnya informasi, muncul berbagai narasi liar di media sosial. Salah satu yang ramai diperbincangkan adalah klaim bahwa Epstein menggunakan nama “Baal” dalam salah satu rekening bank yang tercantum di berkas tersebut.



Isu ini memicu spekulasi lanjutan karena Baal dikenal sebagai sosok dalam mitologi dan teks keagamaan kuno. Lalu, apa sebenarnya Baal dan apakah ada kaitannya dengan kasus Epstein?

Baal dalam kepercayaan Timur Tengah kuno

Baal merupakan sebutan yang dikenal luas dalam tradisi masyarakat Kanaan dan sejumlah komunitas di Timur Tengah kuno. Dalam bahasa Semit, kata Baal berarti “tuan”, “penguasa”, atau “pemilik”.

Istilah tersebut tidak merujuk pada satu sosok tunggal. Di berbagai wilayah, Baal digunakan untuk menyebut dewa-dewa lokal yang dipuja oleh komunitas setempat.


Para arkeolog meyakini bangsa Kanaan mulai menetap di kawasan pesisir Laut Mediterania sekitar milenium keempat sebelum Masehi. Mereka mendirikan kota-kota di wilayah yang kini mencakup Lebanon, Suriah, Israel, dan Yordania.

Dalam literatur Yunani, bangsa Kanaan dikenal dengan sebutan Fenisia. Sementara dalam tradisi Ibrani, mereka kerap disebut dalam teks-teks Perjanjian Lama.

Baca juga: Jadwal Program Indosiar Minggu, 8 Februari 2026 ada Merangkai Kisah Indah Pentas D’Academy Pertandingan Bola PSBS Biak vs PSM Makassar serta Link Nonton

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya