Krisis Chip Memori Mulai Terasa di Indonesia 2026, Produsen China Tancap Gas Ekspansi

Krisis Chip Memori Mulai Terasa di Indonesia 2026, Produsen China Tancap Gas Ekspansi

chip--

Produsen China Percepat Ekspansi

Di tengah kelangkaan global, dua produsen chip memori China bersiap memanfaatkan momentum. Chanxin Memory Technologies dan Yangtze Memory Technologies dikabarkan mempercepat ekspansi kapasitas produksi.

Chanxin Memory Technologies, yang berfokus pada DRAM, berencana membangun fasilitas manufaktur baru di Shanghai. Kapasitasnya diperkirakan dua hingga tiga kali lebih besar dibandingkan pabrik yang beroperasi di Hefei.



Pemasangan peralatan di fasilitas Shanghai ditargetkan rampung pada paruh kedua 2026, dengan produksi komersial dimulai pada 2027.

Saat ini, fasilitas Hefei masih memproduksi chip dengan teknologi pemrosesan 16 nanometer. Meski tertinggal dari produsen global terkemuka, perusahaan menyiapkan peningkatan ke LP-DDR5.

Selain itu, pabrik Chanxin di Beijing juga beroperasi dengan kapasitas signifikan. Mayoritas produksinya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik China.


Sementara itu, Yangtze Memory Technologies menyiapkan pembangunan fasilitas ketiga di Wuhan. Pabrik ini dirancang memproduksi NAND dan DRAM dengan komposisi seimbang.

Perusahaan juga mulai mengembangkan chip HBM yang dibutuhkan pusat data kecerdasan buatan. Kapasitas total produksi di Wuhan ditargetkan terus meningkat sepanjang 2026.

Langkah cepat China merespons krisis chip global dinilai sejalan dengan strategi sebelumnya. Ketika menghadapi pembatasan teknologi dari Amerika Serikat, negara tersebut juga bergerak cepat mengembangkan kemampuan semikonduktor secara mandiri.

Sumber:

l3

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya