Jangan sampai Ramadhan datang, tetapi kita tidak berubah. Jangan sampai Ramadhan berlalu, namun dosa tetap sama, Al-Qur’an tetap jauh, dan shalat tetap lalai.

Semoga Allah Subhānahu wa Ta‘ālā mempersiapkan hati kita, iman kita, dan amal kita untuk menyambut Ramadhan dengan penuh kesungguhan.

Aqulu qouli hādzā, wa astaghfirullāha lī wa lakum.
Fastaghfirūhu, innahu huwal ghafūrur rahīm.

Khutbah Kedua

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.

Alhamdulillāh, segala puji hanya milik Allah. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallāhu ‘alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Kembali saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhānahu wa Ta‘ālā.

Ramadhan adalah kesempatan emas yang belum tentu kita jumpai lagi di tahun mendatang. Berapa banyak saudara kita yang tahun lalu bersama kita, namun kini telah dipanggil oleh Allah.

Maka manfaatkanlah Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Jadikan Ramadhan sebagai titik balik kehidupan kita menuju pribadi yang lebih taat, lebih sabar, dan lebih peduli terhadap sesama.

Sebelum khutbah ini ditutup, marilah kita berdoa kepada Allah Subhānahu wa Ta‘ālā.

Allāhumma ballighnā Ramadhān.
Allāhumma a‘innā ‘alā shiyāmihī wa qiyāmihī wa tilāwatil Qur’ān.
Allāhumma ghfir lanā dzunūbanā, wa kaffir ‘annā sayyiātinā, wa tawaffanā ma‘al abrār.

Ya Allah, sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.
Ya Allah, bantulah kami untuk berpuasa, shalat malam, dan membaca Al-Qur’an.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, hapuskan kesalahan kami, dan wafatkan kami dalam keadaan husnul khatimah.

Rabbana ātinā fid-dunyā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban-nār.

‘Ibādallāh, innallāha ya’muru bil ‘adli wal ihsān…