NO SENSOR! Video Cukur Kumis 3 Menit 51 Detik Viral Picu Rasa Penasaran Warganet, Ini Fakta di Baliknya

NO SENSOR! Video Cukur Kumis 3 Menit 51 Detik Viral Picu Rasa Penasaran Warganet, Ini Fakta di Baliknya

Ilustrasi video --

Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh beredarnya video yang dikenal dengan sebutan video cukur kumis. Potongan tayangan tersebut menyebar cepat dan memicu rasa penasaran warganet hingga ramai memburu tautan aslinya.

Cuplikan video itu banyak muncul di TikTok dan X. Dalam rekaman singkat yang beredar, terlihat seorang perempuan mengenakan kerudung hitam dan hoodie sedang berada di dalam kamar sambil merekam dirinya menggunakan ponsel.



Beberapa detik kemudian, perempuan tersebut tampak melakukan aktivitas mencukur bulu di bagian tubuhnya. Ekspresi wajahnya yang merem melek saat melakukan adegan itu justru menjadi perhatian utama warganet.

Respons publik pun bermunculan di kolom komentar. Sebagian warganet menyebut video tersebut memberi sensasi tersendiri dan memicu rasa ingin menonton versi lengkapnya.

Seiring viralnya cuplikan itu, permintaan tautan video semakin masif. Banyak akun secara terbuka meminta dibagikan link dengan nada penasaran.

Waspada Sebelum Mengakses Tautan Video Viral


Di tengah tingginya rasa ingin tahu, warganet diimbau tidak gegabah mengklik tautan yang diklaim memuat video lengkap cukur kumis. Konten semacam ini kerap disusupi risiko serius yang dapat merugikan pengguna.

Sejumlah kasus menunjukkan tautan viral justru mengarah ke situs berbahaya yang memanfaatkan rasa penasaran publik.

Ancaman Keamanan Digital

  • Tautan sering mengarahkan ke unduhan palsu yang berisi malware atau virus.
  • Ransomware dapat mengunci perangkat dan meminta tebusan digital.
  • Iklan pop-up berpotensi menyebarkan program berbahaya hanya dengan satu klik.

Serangan semacam ini dapat membuat perangkat korban kehilangan kendali atau data penting.

Risiko Kebocoran Data Pribadi

  • Situs mencurigakan kerap menargetkan pencurian email dan kata sandi.
  • Data yang dicuri bisa digunakan untuk pemerasan atau penipuan lanjutan.
  • Riwayat penelusuran berisiko disalahgunakan untuk menekan korban.

Kondisi ini berbahaya, terutama jika akun yang digunakan terhubung dengan pekerjaan atau data sensitif.

Potensi Kerugian Finansial

  • Penawaran akses premium murah sering berujung penipuan.
  • Setelah pembayaran dilakukan, konten tidak pernah diberikan.

Tak sedikit korban melaporkan kerugian finansial akibat modus tersebut.

Baca juga: No Debat! jajaran Drakor Terbaru Bulan Ini Februari 2026: Dari Our Universe hingga The Art of Sarah

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya