Penyaluran bantuan sosial kembali berlangsung pada Februari 2026. Namun, masih banyak warga yang mempertanyakan alasan bantuan belum diterima meski merasa memenuhi syarat.

Salah satu faktor penentu utama adalah posisi kesejahteraan keluarga yang dikenal sebagai status desil. Penilaian ini menjadi dasar pemerintah dalam menetapkan kelayakan penerima bansos tahun berjalan.

Desil sebagai Penentu Kelayakan Bansos

Status desil merupakan pemetaan tingkat kesejahteraan rumah tangga yang ditetapkan pemerintah melalui Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional. Penetapan desil dilakukan secara sistemik berdasarkan kondisi sosial ekonomi dan tidak dapat diubah secara manual.

Setiap warga ditempatkan dalam kelompok tertentu berdasarkan hasil pendataan dan analisis kondisi ekonomi keluarga.

Kategori Desil Kesejahteraan

Masyarakat dibagi ke dalam sepuluh kelompok desil berdasarkan tingkat kesejahteraan.

  • Desil 1: Miskin ekstrem.
  • Desil 2: Miskin.
  • Desil 3: Hampir miskin.
  • Desil 4: Rentan miskin.
  • Desil 5: Pas-pasan dan mendekati kelas menengah.
  • Desil 6 hingga 10: Menengah hingga mampu.

Semakin kecil angka desil, semakin rendah tingkat kesejahteraan yang tercatat dalam sistem pemerintah.

Hubungan Desil dengan Jenis Bantuan

Kategori desil menjadi dasar penentuan jenis bantuan sosial yang dapat diterima.

  • Desil 1 sampai 4 berhak atas Program Keluarga Harapan.
  • Desil 1 sampai 5 berhak menerima BPNT atau Program Sembako serta PBI Jaminan Kesehatan.
  • Desil 1 sampai 5 berpeluang menerima bantuan ATENSI berdasarkan asesmen lapangan.
  • Desil di atas 5 umumnya tidak menjadi prioritas penerima bansos.

Skema ini dirancang agar bantuan tepat sasaran dan fokus pada kelompok paling membutuhkan.

Kondisi yang Membuat Bansos Tidak Cair

Terdapat sejumlah kondisi yang menyebabkan bantuan tidak disalurkan meskipun status desil memenuhi syarat.