Kepala Staf Militer Israel Ungkap Skenario Serangan AS ke Iran
Ilustrasi militer--
Ancaman dan Peringatan dari Iran
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat melontarkan ancaman tindakan militer terhadap Iran. Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya tekanan internal di Iran akibat gelombang protes anti-pemerintah pada akhir Desember.
Pemerintah Iran telah memperingatkan bahwa setiap serangan militer akan dibalas dengan respons cepat dan menyeluruh.
Perkiraan Biaya Perang Capai Ratusan Triliun Rupiah
Surat kabar ekonomi Israel memperkirakan biaya perang melawan Iran dapat mencapai sekitar US$10 miliar atau setara Rp168 triliun. Angka tersebut mencakup kebutuhan militer dalam skenario konflik terbuka.
Sejumlah pejabat keamanan Israel bahkan khawatir biaya yang harus ditanggung bisa membengkak hingga puluhan miliar shekel.
Skenario Tanpa Serangan Dinilai Paling Hemat
Mantan penasihat ekonomi kepala staf militer Israel menyebut skenario paling hemat adalah tidak melakukan serangan sama sekali. Namun, ia menegaskan bahwa opsi tersebut tetap menimbulkan beban biaya besar.
Pengeluaran untuk pertahanan udara saja diperkirakan mencapai miliaran shekel, dengan total biaya militer berkisar 7 hingga 10 miliar shekel.
Perang Terbuka Dinilai Lebih Mahal
Mantan penasihat Kepala Angkatan Darat Israel memperkirakan biaya perang terbuka dapat menembus 15 hingga 25 miliar shekel. Angka tersebut belum mencakup dampak dan kerugian di sektor sipil.
Perkiraan lain bahkan menyebut total biaya konflik bisa mencapai 30 miliar shekel, menjadikannya salah satu skenario paling mahal dalam sejarah keamanan Israel.
Latar Belakang Ketegangan Terbaru
Pada Juni lalu, Israel dengan dukungan Amerika Serikat sempat terlibat perang selama 12 hari melawan Iran. Konflik tersebut memicu serangan balasan berupa pesawat tak berawak dan rudal dari Teheran.
Situasi akhirnya mereda setelah Washington mengumumkan gencatan senjata, namun ketegangan antara kedua pihak tetap belum sepenuhnya mereda.