Amalan dan Doa Malam Nisfu Syaban 2 Februari 2026 yang Diyakini sebagai Malam Pengampunan
al quran-freebiespic/pixabay-
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, umat Islam dianjurkan meningkatkan ibadah sunnah sebagai bentuk persiapan spiritual. Salah satu momentum yang kerap dimanfaatkan adalah Nisfu Syaban, yang diyakini memiliki keutamaan besar dalam tradisi keislaman.
Berdasarkan penanggalan Hijriah yang dirilis Kementerian Agama, Nisfu Syaban 1447 Hijriah jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Dengan demikian, malam Nisfu Syaban dimulai sejak Senin malam, 2 Februari 2026, setelah matahari terbenam.
Pada tanggal tersebut, umat Islam dianjurkan menjalankan puasa sunnah sejak terbit fajar hingga terbenam matahari sebagai salah satu amalan utama menyambut Ramadan.
Keutamaan Malam Nisfu Syaban
Malam Nisfu Syaban dikenal luas sebagai Lailatul Maghfirah atau malam pengampunan. Pada malam ini, Allah SWT diyakini melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada hamba-hamba yang bersungguh-sungguh mendekatkan diri melalui ibadah.
Dalam berbagai keterangan ulama, malam Nisfu Syaban juga disebut sebagai waktu dilaporkannya catatan amal manusia selama setahun, sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan istighfar.
Rangkaian Amalan di Malam Nisfu Syaban
Sejumlah amalan dianjurkan untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.
- Membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali setelah salat Magrib dengan niat yang berbeda.
- Memperbanyak zikir dan istighfar sebagai sarana penyucian hati.
- Melaksanakan salat sunnah seperti Tahajud, Hajat, dan Witir.
Pembacaan Surat Yasin tiga kali biasanya disertai niat khusus, yakni memohon umur yang berkah, rezeki yang halal dan luas, serta keteguhan iman hingga akhir hayat.
Doa yang Dibaca pada Malam Nisfu Syaban
Setelah menyelesaikan bacaan Surat Yasin, umat Islam lazim melantunkan doa Nisfu Syaban berikut:
اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ، يَا ذَا الطَّوْلِ وَالإِنْعَامِ. لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِئِينَ، وَجَارَ الْمُسْتَجِيرِينَ، وَأَمَانَ الْخَائِفِينَ. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَإِقْتَارَ رِزْقِي، وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ
Doa tersebut berisi permohonan agar Allah SWT menghapuskan segala catatan keburukan dan menggantinya dengan ketetapan hidup yang penuh keberkahan, rezeki, serta taufik dalam kebaikan.
Baca juga: Kucing Mati Usai Ditendang Pria Tak Dikenal di Lapangan, Pelaku Diduga Pensiunan Berpengaruh