Video Viral Cukur Kumis Day 1 Ngonten Eh Keterusan Bikin TikTok Heboh, Ada Apa?

Video Viral Cukur Kumis Day 1 Ngonten Eh Keterusan Bikin TikTok Heboh, Ada Apa?

Ilustrasi-ArgoImages/pixabay-

Monolog yang disampaikan dibuat seolah-olah merupakan percakapan dua arah dengan seseorang yang sangat dekat. Ekspresi wajah dan intonasi suaranya menimbulkan kesan personal dan intim.

Teknik pengambilan gambar yang menghadap langsung ke kamera membuat penonton merasa diajak berinteraksi secara langsung.

Efek Psikologis dan Social Hallucination



Banyak warganet mengaku merasakan sensasi seperti sedang melakukan panggilan video. Efek ini kemudian disebut sebagian netizen sebagai social hallucination.

Pengalaman tersebut membuat video viral cukur kumis terasa hidup dan berbeda dibandingkan konten monolog biasa di media sosial.

Judul Viral dan Isi Asli Tak Sepenuhnya Sama

Seiring viralnya video tersebut, terungkap bahwa versi yang banyak beredar bukanlah konten asli secara utuh. Dalam versi orisinal, tidak terdapat adegan mencukur kumis sama sekali.


Konten aslinya berupa monolog panjang dengan alur percakapan imajiner tanpa unsur humor “cukur kumis” seperti yang diasumsikan dari judul.

Perbedaan antara caption viral dan isi sebenarnya memicu kebingungan sekaligus rasa penasaran warganet.

Perburuan Video Full dan Risiko Tautan Palsu

Kolom komentar TikTok dipenuhi pertanyaan terkait tautan video versi lengkap. Banyak pengguna merasa potongan yang beredar terlalu singkat.

Kondisi tersebut dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan link palsu yang mengatasnamakan versi full video viral cukur kumis.

Sejumlah tautan justru mengarah ke situs penuh iklan, bahkan berpotensi membahayakan keamanan data pribadi.

Imbauan Tetap Waspada

Berdasarkan penelusuran, video asli sebenarnya dapat ditemukan di platform video yang relatif aman dan tidak memerlukan akses mencurigakan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa sudut kamera, gaya bicara, dan penyajian sederhana mampu menciptakan keterikatan emosional yang kuat dengan penonton.

Meski demikian, warganet tetap diimbau bersikap kritis dan berhati-hati saat mencari versi lengkap dari konten viral di dunia maya.

Sumber:

l3

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya