Perangkat AI China Mulai Gantikan Fungsi HP, Dijual Massal di Berbagai Sektor

Perangkat AI China Mulai Gantikan Fungsi HP, Dijual Massal di Berbagai Sektor

HP iPhone 13--

Peran ponsel pintar sebagai perangkat utama masyarakat modern mulai menghadapi tantangan serius. Sejumlah tokoh teknologi dunia sebelumnya telah memperkirakan bahwa era HP perlahan akan bergeser oleh perangkat baru berbasis kecerdasan buatan.

CEO Meta Mark Zuckerberg memproyeksikan bahwa sekitar 2030, fungsi HP akan diambil alih oleh wearable seperti smart glasses. Sementara itu, CEO SpaceX Elon Musk meyakini masa depan komunikasi manusia akan bergantung pada chip yang ditanam langsung ke otak.



Musk bahkan menyebut bahwa di masa mendatang tidak akan ada lagi HP, melainkan teknologi antarmuka otak-komputer Neuralink. Startup miliknya itu mengembangkan chip otak yang memungkinkan manusia berinteraksi langsung dengan perangkat digital.

Meski pandangan para tokoh teknologi Amerika Serikat berbeda, mereka sepakat bahwa HP bukanlah titik akhir evolusi perangkat pribadi. Di luar Amerika, China justru menunjukkan langkah konkret yang sudah memasuki tahap komersial.

Baca juga: Profil Tampang Oma Derry Alias David FJ Sutrisno MUA Legendaris Indonesia yang Meningggal Dunia: Umur, Agama dan Akun IG

Perangkat AI China Mulai Masuk Pasar Massal


Menjelang akhir 2025, pasar perangkat berbasis AI di China berkembang pesat. Negara tersebut dinilai memiliki keunggulan struktural karena kekuatan manufaktur perangkat keras yang sudah matang.

CEO 01.AI sekaligus Kepala Sinovation Ventures, Kai-Fu Lee, menyebut keunggulan China terletak pada fondasi manufaktur yang kuat. Menurutnya, persaingan AI yang awalnya didominasi software akan segera bergeser ke ranah perangkat.

Saat ini, kompetisi global masih berkutat pada model AI, aplikasi, dan agen digital. Namun Lee menilai fokus industri akan segera beralih pada hardware yang mampu mengintegrasikan AI secara langsung ke kehidupan sehari-hari.

Smart Glasses hingga Perangkat Kerja AI

Meta telah menjual jutaan unit smart glasses sejak pertama kali meluncurkannya pada 2023. Namun, di China kini sudah ada lebih dari 70 perusahaan yang mengembangkan produk serupa.

Smart glasses berbasis AI buatan perusahaan seperti Inmo dan Rokid sudah dipasarkan secara global. Sementara itu, perangkat dari Xiaomi dan Alibaba sejauh ini masih difokuskan untuk pasar domestik China.

Alibaba juga menghadirkan inovasi melalui DingTalk A1, perangkat AI seukuran kartu kredit yang ditujukan untuk kebutuhan kerja. Perangkat ini mampu merekam percakapan, membuat transkrip, merangkum, hingga menganalisis diskusi dari jarak hingga delapan meter.

Fungsi tersebut menjadikan DingTalk A1 serupa dengan Plaud Note yang lebih dulu hadir di Amerika Serikat.

AI Menyasar Kebutuhan Spesifik Masyarakat

Eksperimen perangkat AI di China tidak hanya berhenti pada wearable dan alat kerja. Startup Le Le Gaoshang Education Technology meluncurkan Native Language Star, perangkat penerjemah untuk orang tua yang ingin mengajarkan bahasa Inggris kepada anak.

Perangkat ini memanfaatkan teknologi AI iFlyTek dari Tencent. Dengan kemampuan tersebut, orang tua dengan kemampuan bahasa Inggris terbatas dapat berbicara layaknya penutur asing.

Maraknya perangkat AI dengan fungsi spesifik dinilai sebagai fase awal adopsi yang membuat masyarakat semakin terbiasa menggunakan teknologi kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari.

Tantangan China Menembus Pasar Global

Konsultan teknologi Greenkern, Tom van Dillen, menilai pasar perangkat AI masa depan sebenarnya sudah terbentuk di China. Kondisi ini menciptakan siklus umpan balik yang membantu pengembangan AI menjadi lebih canggih.

Meski demikian, keunggulan China belum otomatis menjamin kemenangan atas Amerika Serikat. Lee menegaskan bahwa dominasi global hanya bisa dicapai jika produk China mampu menembus pasar internasional.

Ia menilai pendekatan seperti yang dilakukan iPhone diperlukan untuk benar-benar memenangkan persaingan perangkat AI. China dinilai memiliki ekosistem lengkap, mulai dari insinyur hingga pengusaha, namun kompetisi global tetap tak terelakkan.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya