Peran ponsel pintar sebagai perangkat utama masyarakat modern mulai menghadapi tantangan serius. Sejumlah tokoh teknologi dunia sebelumnya telah memperkirakan bahwa era HP perlahan akan bergeser oleh perangkat baru berbasis kecerdasan buatan.

CEO Meta Mark Zuckerberg memproyeksikan bahwa sekitar 2030, fungsi HP akan diambil alih oleh wearable seperti smart glasses. Sementara itu, CEO SpaceX Elon Musk meyakini masa depan komunikasi manusia akan bergantung pada chip yang ditanam langsung ke otak.

Musk bahkan menyebut bahwa di masa mendatang tidak akan ada lagi HP, melainkan teknologi antarmuka otak-komputer Neuralink. Startup miliknya itu mengembangkan chip otak yang memungkinkan manusia berinteraksi langsung dengan perangkat digital.

Meski pandangan para tokoh teknologi Amerika Serikat berbeda, mereka sepakat bahwa HP bukanlah titik akhir evolusi perangkat pribadi. Di luar Amerika, China justru menunjukkan langkah konkret yang sudah memasuki tahap komersial.

Baca juga: Profil Tampang Oma Derry Alias David FJ Sutrisno MUA Legendaris Indonesia yang Meningggal Dunia: Umur, Agama dan Akun IG

Perangkat AI China Mulai Masuk Pasar Massal

Menjelang akhir 2025, pasar perangkat berbasis AI di China berkembang pesat. Negara tersebut dinilai memiliki keunggulan struktural karena kekuatan manufaktur perangkat keras yang sudah matang.

CEO 01.AI sekaligus Kepala Sinovation Ventures, Kai-Fu Lee, menyebut keunggulan China terletak pada fondasi manufaktur yang kuat. Menurutnya, persaingan AI yang awalnya didominasi software akan segera bergeser ke ranah perangkat.

Saat ini, kompetisi global masih berkutat pada model AI, aplikasi, dan agen digital. Namun Lee menilai fokus industri akan segera beralih pada hardware yang mampu mengintegrasikan AI secara langsung ke kehidupan sehari-hari.