Warong Nasi Pariaman Tutup per 31 Januari 2026 setelah 78 Tahun Melayani di Singapura

Warong Nasi Pariaman Tutup per 31 Januari 2026 setelah 78 Tahun Melayani di Singapura

Nasi padang-Instagram-

Dugaan Faktor Penutupan

Hingga kini, pengelola belum mengungkapkan alasan resmi di balik keputusan penutupan tersebut. Namun, lonjakan harga sewa di kawasan Kampong Glam disebut-sebut menjadi faktor utama yang memberatkan.

Dalam laporan Channel News Asia, sejumlah penyewa di kawasan itu mengungkapkan biaya sewa ruko meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir.

  • Harga sewa naik dari sekitar SGD 3.000 menjadi SGD 10.000.
  • Kenaikan dinilai tidak sebanding dengan kemampuan bisnis kecil.
  • Persaingan dengan merek besar semakin ketat.


Selain itu, praktik penyewaan ulang yang agresif serta masuknya bisnis berorientasi pariwisata turut mempercepat perubahan lanskap usaha di kawasan tersebut.

Padahal, Kampong Glam telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi sejak 1989 dan menjadi pusat sejarah komunitas Melayu Muslim Singapura dengan karakter jalan yang khas.

Pelanggan Sampaikan Kesedihan

Kabar penutupan Warong Nasi Pariaman memicu reaksi emosional dari para pelanggan setianya. Ungkapan duka dan kenangan personal ramai dibagikan di media sosial.


Seorang pengguna Instagram, @_norismilda_, mengenang warung tersebut sebagai bagian dari masa kecilnya. Ia berharap sempat kembali berkunjung sebelum penutupan.

Pelanggan lain menilai Warong Nasi Pariaman sebagai destinasi wajib setiap kali berkunjung ke Singapura, terutama karena keramahan para pelayannya.

Di Facebook, sejumlah pelanggan menyebut rumah makan tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan hidup lintas generasi dalam keluarga mereka.

Sisa Warung Nasi Padang Legendaris

Dengan penutupan Warong Nasi Pariaman, kawasan Kampong Glam diperkirakan hanya menyisakan satu warung nasi Padang legendaris, yakni Rumah Makan Minang yang berdiri sejak 1954.

Rumah makan tersebut dikenal menyajikan lebih dari 40 jenis lauk Minang, termasuk rendang yang telah lama menjadi menu unggulan.

Usaha itu kini dikelola oleh generasi ketiga. Pendiri awalnya adalah seorang perantau asal Padang yang memulai usaha dari berjualan nasi di pinggir jalan pada awal 1950-an.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya