Dedi Mulyadi Menegur Tukang Es Gabus yang Dinilai Tidak Jujur soal Warisan dan Status Rumah

Dedi Mulyadi Menegur Tukang Es Gabus yang Dinilai Tidak Jujur soal Warisan dan Status Rumah

KDM dan penjual es gabus viral--

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kejujuran seorang tukang es gabus bernama Ajat Sudrajat yang sempat viral di media sosial. Percakapan keduanya kembali menjadi perhatian setelah muncul dugaan ketidaksesuaian antara pengakuan Ajat dan keterangan warga setempat.

Dedi Mulyadi sebelumnya menyambangi Ajat Sudrajat untuk memastikan isu penggunaan bahan berbahaya dalam dagangan es gabusnya. Kunjungan itu juga dimanfaatkan untuk mendengar langsung keluhan hidup yang disampaikan Ajat.



Dalam perbincangan tersebut, Ajat menyebut dirinya hanya menerima warisan sebesar Rp200 ribu dan tinggal di rumah kontrakan. Namun, keterangan itu kemudian dipertanyakan.

Pernyataan Dinilai Tidak Sesuai Fakta

Dedi Mulyadi mengaku terkejut setelah mendapat penjelasan dari Ketua RW setempat. Berdasarkan keterangan warga, rumah yang ditempati Ajat di kawasan Citayam merupakan rumah warisan dari orang tuanya, bukan kontrakan.

Rumah tersebut juga disebut dihuni oleh istri Ajat bersama tiga anak mereka. Fakta ini bertolak belakang dengan pengakuan Ajat sebelumnya.


Dedi Mulyadi pun menegur Ajat secara langsung terkait pernyataan tersebut. Ia menilai ketidakjujuran menjadi persoalan utama dalam cerita yang disampaikan.

Teguran soal Kejujuran

Dalam dialog itu, Dedi Mulyadi mempertanyakan alasan Ajat menyampaikan informasi yang tidak sesuai. Teguran disampaikan dengan nada tenang, namun tegas.

Ajat Sudrajat tidak banyak memberikan penjelasan. Ia memilih diam, mengakui kesalahan, dan menyampaikan permintaan maaf.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan soal permintaan maaf, melainkan pentingnya bersikap jujur. Ia menyatakan tidak mempermasalahkan secara pribadi, namun menekankan nilai kejujuran.

Disayangkan karena Menyangkut Orang Tua

Setelah kembali menanyakan asal-usul rumah tersebut, Ketua RW menegaskan bahwa rumah itu diberikan oleh almarhum ayah Ajat.

Dedi Mulyadi menyayangkan pernyataan Ajat yang dianggap tidak mengakui pemberian orang tuanya. Ia menilai sikap tersebut tidak pantas karena menyangkut jasa dan pengorbanan keluarga.

Menurutnya, kejujuran menjadi dasar penting dalam menyampaikan kisah hidup, terutama ketika hal itu disampaikan di ruang publik dan disaksikan banyak orang.

Sumber:

l3

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya