Melki Bajaj Dicurigai Terlibat Dugaan Investasi Bodong, Kuasa Hukum Korban Desak Klarifikasi
Melky-Instagram-
Nama komedian Melki Bajaj mendadak menjadi sorotan setelah dikaitkan dengan dugaan penipuan investasi berkedok kemitraan usaha laundry. Kasus ini menyeret perusahaan PT Juragan Kucek Indonesia yang dilaporkan ke Bareskrim Polri.
Perkara tersebut diungkap oleh kuasa hukum korban, Pablo Benua, yang menyebut sejumlah investor mengaku mengalami kerugian besar setelah mengikuti program kemitraan yang ditawarkan perusahaan tersebut.
Laporan Dugaan Penipuan Kemitraan Laundry
Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan, laporan terhadap PT Juragan Kucek Indonesia mencakup dugaan penipuan, penggelapan, hingga tindak pidana pencucian uang.
Pablo menjelaskan, perusahaan itu menawarkan skema kemitraan atau waralaba laundry dengan iming-iming keuntungan menarik dan pengelolaan penuh dari pihak manajemen.
Paket investasi yang ditawarkan kepada masyarakat bervariasi, mulai dari Rp155 juta hingga Rp195 juta per unit kios laundry.
Janji Usaha Tak Terealisasi
Setelah dana disetor oleh para investor, perusahaan disebut menjanjikan pembangunan kios fisik beserta operasional bisnis yang akan dikelola sepenuhnya oleh manajemen.
Namun, realisasi pembukaan kios tersebut tidak kunjung terjadi. Kondisi ini memicu kecurigaan para mitra, terutama terkait kejelasan penggunaan dana yang telah diserahkan.
Para korban kemudian mengadukan kasus ini melalui jalur hukum karena merasa dirugikan secara materiil dengan nilai kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Nama Melki Bajaj Jadi Sorotan
Keterkaitan Melki Bajaj mencuat setelah ia muncul dalam materi promosi perusahaan. Dalam video tersebut, Melki menggunakan kata ganti “kami” saat menjelaskan program kemitraan.
Menurut Pablo, penggunaan kata tersebut memunculkan dugaan bahwa Melki tidak sekadar menjadi figur promosi, melainkan memiliki posisi atau keterlibatan dalam struktur perusahaan.
Atas dasar itu, kuasa hukum korban menilai perlu adanya penjelasan terbuka untuk menghindari spekulasi yang berkembang di publik.