Li Zhuenli Sosok Jenderal Senior yang Dicopot Xi Jinping di Tengah Isu Kudeta China
china-pixabay-
Presiden China Xi Jinping kembali mengguncang elite militer negaranya dengan mencopot dua jenderal senior Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA). Selain Zhang Youxia, nama lain yang ikut terseret adalah Li Zhuenli atau Liu Zhenli, perwira tinggi yang selama ini berada di lingkar strategis kepemimpinan militer Beijing.
Pemecatan Li Zhuenli dilakukan pada Sabtu, 24 Januari 2026, menyusul hasil penyelidikan internal Kementerian Pertahanan Nasional China. Keputusan tersebut diumumkan hampir bersamaan dengan sanksi terhadap Zhang Youxia, wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC).
Alasan Resmi Pemecatan Dua Jenderal
Berdasarkan keterangan resmi, Li Zhuenli dan Zhang Youxia dinyatakan melakukan pelanggaran berat terhadap disiplin dan hukum militer. Pelanggaran itu disebut cukup serius sehingga berujung pada pencopotan dari jabatan strategis di tubuh CMC.
Langkah Xi Jinping ini dinilai mengejutkan banyak pihak karena kedua jenderal tersebut menduduki posisi kunci dalam struktur komando militer China.
Posisi Strategis Li Zhuenli di Militer China
Li Zhuenli diketahui menjabat sebagai Kepala Departemen Staf Gabungan Komisi Militer Pusat, lembaga yang berperan penting dalam perencanaan operasi gabungan dan komando strategis militer China.
Sementara Zhang Youxia merupakan wakil Ketua CMC, organ tertinggi Partai Komunis China yang mengendalikan angkatan bersenjata.
Isu Kudeta Menguat di Media Sosial
Keputusan memecat dua jenderal senior tersebut memicu kembali spekulasi soal dugaan kudeta sunyi terhadap Xi Jinping. Isu ini ramai diperbincangkan di media sosial dan mengaitkan dinamika internal Partai Komunis China.
Dalam unggahan di platform X, akun @Strategi_Bisnis menyinggung adanya ketidakpuasan sejumlah tokoh senior Partai Komunis terhadap kepemimpinan Xi Jinping yang telah melampaui satu dekade.
Unggahan tersebut menyebut ketegangan politik itu diduga mendapat respons dari sebagian elite militer, sebelum akhirnya Xi Jinping mengambil langkah tegas dengan mencopot para jenderal yang dinilai tidak lagi sejalan.