BMKG Waspadai Dampak Siklon Luana dan Bibit 92P Picu Hujan Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah
hujan-pixabay-
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini terkait pengaruh Siklon Tropis Luana dan Bibit Siklon 92P terhadap kondisi cuaca di Indonesia pada Minggu (25/1).
Dua sistem atmosfer tersebut diperkirakan memicu hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, terutama di kawasan timur Indonesia serta sebagian wilayah barat.
Pengaruh Siklon terhadap Dinamika Atmosfer
BMKG menjelaskan, keberadaan Siklon Tropis Luana dan Bibit 92P mengubah pola angin regional sekaligus meningkatkan pasokan uap air di lapisan atmosfer.
Kondisi ini mendorong pertumbuhan awan hujan yang lebih intens dan memperbesar peluang terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah daerah.
Prakirawan BMKG Wahyu Annisa menerangkan, Siklon Tropis Luana terpantau berada di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur.
Pusaran angin dari sistem tersebut bergerak ke arah tenggara dengan kecepatan maksimum mencapai 35 knot.
Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 92P terdeteksi di Teluk Karpentaria, di selatan Papua Selatan.
Sistem ini memiliki peluang kategori sedang untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, seiring pergerakannya menuju daratan Australia.
Berdasarkan keterangan resmi BMKG, kombinasi dua sistem tersebut memicu dinamika atmosfer yang signifikan dan berdampak pada peningkatan potensi cuaca ekstrem.
Wilayah Terdampak Paling Signifikan
BMKG menilai wilayah Papua menjadi area yang paling merasakan dampak dari himpitan sistem tekanan rendah ini.
Waspada hujan lebat hingga sangat lebat ditekankan khususnya untuk kawasan Papua Pegunungan.
Selain itu, Merauke diprakirakan mengalami hujan disertai petir, sedangkan Nabire berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang.
Peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot juga diperkirakan terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur.
Kondisi angin kencang turut berpotensi terjadi di wilayah Laut Arafuru dan Papua Selatan.
Pertemuan angin serta perlambatan massa udara akibat pengaruh siklon diperkirakan memicu pembentukan awan hujan masif.
Area yang perlu diwaspadai meliputi Laut Sawu, Laut Flores, hingga pesisir barat Samudra Pasifik di utara Pulau Halmahera.