BMKG Waspadai Dampak Siklon Luana dan Bibit 92P Picu Hujan Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini terkait pengaruh Siklon Tropis Luana dan Bibit Siklon 92P terhadap kondisi cuaca di Indonesia pada Minggu (25/1).
Dua sistem atmosfer tersebut diperkirakan memicu hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, terutama di kawasan timur Indonesia serta sebagian wilayah barat.
Pengaruh Siklon terhadap Dinamika Atmosfer
BMKG menjelaskan, keberadaan Siklon Tropis Luana dan Bibit 92P mengubah pola angin regional sekaligus meningkatkan pasokan uap air di lapisan atmosfer.
Kondisi ini mendorong pertumbuhan awan hujan yang lebih intens dan memperbesar peluang terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah daerah.
Prakirawan BMKG Wahyu Annisa menerangkan, Siklon Tropis Luana terpantau berada di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur.
Pusaran angin dari sistem tersebut bergerak ke arah tenggara dengan kecepatan maksimum mencapai 35 knot.
Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 92P terdeteksi di Teluk Karpentaria, di selatan Papua Selatan.
Sistem ini memiliki peluang kategori sedang untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, seiring pergerakannya menuju daratan Australia.
Berdasarkan keterangan resmi BMKG, kombinasi dua sistem tersebut memicu dinamika atmosfer yang signifikan dan berdampak pada peningkatan potensi cuaca ekstrem.
Wilayah Terdampak Paling Signifikan
BMKG menilai wilayah Papua menjadi area yang paling merasakan dampak dari himpitan sistem tekanan rendah ini.
Waspada hujan lebat hingga sangat lebat ditekankan khususnya untuk kawasan Papua Pegunungan.
Selain itu, Merauke diprakirakan mengalami hujan disertai petir, sedangkan Nabire berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang.
Peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot juga diperkirakan terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur.
Kondisi angin kencang turut berpotensi terjadi di wilayah Laut Arafuru dan Papua Selatan.
Pertemuan angin serta perlambatan massa udara akibat pengaruh siklon diperkirakan memicu pembentukan awan hujan masif.
Area yang perlu diwaspadai meliputi Laut Sawu, Laut Flores, hingga pesisir barat Samudra Pasifik di utara Pulau Halmahera.
Update Terbaru
EVAN Debut Solo dengan 'Ride or Die', Fans Sebut sebagai Mahakarya K-Pop
Selasa / 23-06-2026, 17:28 WIB
Nissan Hidupkan Kembali Van Berusia 17 Tahun dengan Colokan dan Jendela yang Akhirnya Bisa Dibuka
Selasa / 23-06-2026, 17:28 WIB
Zacoe Rilis Body Kit Lebar untuk Lamborghini Temerario, Tambah 5,5 Inci
Selasa / 23-06-2026, 17:28 WIB
Samsung Hadirkan Iklan Belanja Langsung di Samsung TV Plus
Selasa / 23-06-2026, 17:28 WIB
Bocoran Baru: Semua Opsi Warna Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch Ultra 2
Selasa / 23-06-2026, 17:28 WIB
Nothing Phone 4 (b) Resmi Meluncur di India pada 7 Juli
Selasa / 23-06-2026, 17:28 WIB
itel Luncurkan Soundbar 160W dan 120W dengan Teknologi iThumpX BASS
Selasa / 23-06-2026, 17:25 WIB
Bocoran Perpres: Pemerintah Bakal Pakai AI untuk Rancang Menu MBG
Selasa / 23-06-2026, 17:24 WIB
Dukung Transportasi Hijau, Maxim Siapkan Tarif Khusus Kendaraan EV
Selasa / 23-06-2026, 17:24 WIB
Cek Bansos PKH 2026: Cara Mudah Melihat Status Pencairan Tahap 2 Lewat HP
Selasa / 23-06-2026, 17:18 WIB
Cek Status Penerima PKH Juni 2026 via HP, Begini Caranya
Selasa / 23-06-2026, 17:18 WIB
Cek PIP Online 2026: Cara Mudah Cek Status Penerima dengan NISN dan NIK
Selasa / 23-06-2026, 17:18 WIB
Rusia Kerahkan Jet Bomber Tu-160 di Laut Norwegia, Latihan 16 Jam
Selasa / 23-06-2026, 17:14 WIB
Mirip Taufik Hidayat, Pria Ini Hampir Jadi Korban Sayembara KDM
Selasa / 23-06-2026, 17:14 WIB






