10 Program Unggulan Terbaru dengan Rating di Indosiar, SCTV, RCTI, dan Trans7 per Minggu, 25 Januari 2026 yang Wajib Masuk Watchlist

10 Program Unggulan Terbaru dengan Rating di Indosiar, SCTV, RCTI, dan Trans7 per Minggu, 25 Januari 2026 yang Wajib Masuk Watchlist

Jejak duka Diandra-Instagram-

10 Program Unggulan Terbaru dengan Rating di Indosiar, SCTV, RCTI, dan Trans7 per Minggu, 25 Januari 2026 yang Wajib Masuk Watchlist

Di tengah gempuran platform streaming global dan perubahan kebiasaan menonton masyarakat digital, stasiun televisi nasional Indonesia justru menunjukkan tanda-tanda kebangkitan kreatif yang mengesankan. Indosiar, SCTV, RCTI, dan Trans7—empat raksasa penyiaran tanah air—terus membuktikan relevansinya dengan menghadirkan sederet program orisinal yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyentuh hati dan pikiran penonton.



Dari konser musik spektakuler hingga drama keluarga penuh lika-liku, dari obrolan santai selebriti hingga eksplorasi rahasia publik figur, keempat stasiun ini berhasil menyajikan konten yang menjawab kebutuhan emosional dan intelektual berbagai segmen pemirsa. Berikut ulasan mendalam tentang 10 program terbaru mereka yang layak menjadi daftar tontonan wajib Anda sepanjang tahun 2026.

1. Indosiar – DA7 Mega Konser: Meet Timuaran – Misteri Musik yang Mengguncang Panggung Nasional
Indosiar kembali menegaskan posisinya sebagai garda terdepan dalam industri hiburan musik lewat gelaran fenomenal DA7 Mega Konser: Meet Timuaran. Acara ini bukan sekadar pertunjukan biasa—ia adalah pengalaman multisensori yang menggabungkan teknologi panggung futuristik, visual imersif, dan kolaborasi lintas generasi musisi ternama.

Nama “Timuaran” sengaja dirancang misterius oleh tim produksi untuk memicu rasa penasaran publik. Apakah ini nama artis baru? Proyek supergrup rahasia? Atau metafora atas semangat musik Indonesia yang tak pernah padam? Jawaban itu perlahan terungkap dalam setiap episode, diselingi penampilan megah dari penyanyi legendaris hingga bintang muda yang sedang naik daun.


Yang membuat acara ini istimewa adalah pendekatan naratifnya. Setiap lagu disertai kisah personal sang artis—tentang perjuangan, kegagalan, dan harapan—yang disampaikan dengan sinematografi tingkat film bioskop. Hasilnya? Penonton bukan hanya mendengar musik, tapi merasakan denyut jiwa di balik setiap nada.

2. Indosiar – Merangkai Kisah Indah: Drama Keluarga yang Menyentuh Jiwa
Tak hanya unggul di ranah musik, Indosiar juga menunjukkan kepekaan luar biasa dalam menyajikan drama bernuansa humanis melalui serial Merangkai Kisah Indah. Serial ini terinspirasi dari kisah nyata tentang cinta yang tulus, pengorbanan tanpa syarat, dan keteguhan dalam menjaga ikatan keluarga di tengah badai kehidupan.

Dengan sinematografi modern, dialog natural, dan akting yang sangat meyakinkan—terutama dari para pemeran utamanya—setiap episode berhasil menyampaikan pesan moral tanpa terkesan menggurui. Cerita tentang perselisihan warisan, rekonsiliasi antar saudara, hingga perjuangan ibu tunggal digambarkan dengan begitu autentik hingga membuat penonton larut dalam emosi.

Merangkai Kisah Indah bukan hanya tontonan hiburan, tapi juga refleksi tentang pentingnya empati, komunikasi, dan nilai-nilai kekeluargaan yang mulai tergerus di era digital.

3. SCTV – Beri Cinta Waktu: Romansa Dewasa yang Penuh Kedalaman
SCTV, yang selama ini dikenal sebagai rumah bagi drama percintaan paling populer di Indonesia, kembali mengejutkan dengan serial Beri Cinta Waktu. Judulnya saja sudah menjadi filosofi hidup: bahwa cinta sejati butuh proses, kesabaran, dan keyakinan bahwa waktu akan menjawab segalanya.

Serial ini mengikuti kisah dua tokoh utama yang dipisahkan oleh kesalahpahaman masa lalu, namun takdir terus mempertemukan mereka dalam situasi tak terduga—mulai dari reuni kantor hingga insiden tak sengaja di bandara. Latar belakang Jakarta yang dinamis memberi nuansa realistis, sementara soundtrack orisinalnya menyentuh jiwa hingga membuat penonton terbawa suasana.

Yang membedakan Beri Cinta Waktu dari drama romantis lainnya adalah kedewasaan dalam menyikapi konflik. Tidak ada adegan teriak-teriak atau aksi dramatis berlebihan—semua diselesaikan lewat percakapan jujur, introspeksi diri, dan keberanian mengakui kesalahan.

4. SCTV – Cinta Sedalam Rindu: Epik Cinta dengan Nuansa Nostalgia
Masih dari SCTV, Cinta Sedalam Rindu hadir sebagai jawaban bagi penonton yang rindu akan kisah cinta epik dengan konflik batin yang kompleks. Serial ini mengeksplorasi bagaimana rindu bisa menjadi kekuatan sekaligus beban—mendorong seseorang untuk kembali, namun juga mengaburkan batas antara logika dan perasaan.

Dengan setting pedesaan Jawa yang asri, nuansa visual hangat, dan dialog penuh makna, serial ini menawarkan pelarian emosional dari hiruk-pikuk kehidupan perkotaan. Penonton diajak menyelami perjalanan batin tokoh utama yang harus memilih antara cinta masa lalu dan tanggung jawab masa kini.

Cinta Sedalam Rindu juga menyisipkan nilai-nilai budaya lokal—seperti pentingnya restu orang tua dan hormat pada adat—tanpa terkesan kaku. Inilah yang membuatnya begitu resonan di kalangan penonton lintas generasi.

5. Trans7 – Arisan: Obrolan Selebriti yang Bikin Penonton Merasa “Nongkrong Bareng”
Trans7 membuktikan bahwa format tradisional seperti arisan bisa dikemas ulang menjadi tontonan segar dan relevan lewat program Arisan. Acara ini menghadirkan deretan selebriti ternama—dari aktor senior hingga content creator muda—yang duduk melingkar dalam suasana santai, berbagi kisah hidup, tantangan karier, hingga tips kecantikan dan gaya hidup.

Keunikan Arisan terletak pada pendekatannya yang sangat personal dan spontan. Tidak ada skrip kaku atau pertanyaan klise—semua obrolan mengalir alami, jujur, dan kadang penuh tawa. Dalam satu episode, penonton bisa mendengar pengakuan blak-blakan tentang kecemasan sosial, pengalaman gagal audisi, atau bahkan rahasia diet selebriti.

Program ini sukses menciptakan ilusi keintiman: seolah-olah penonton ikut duduk di ruang tamu bersama para bintang. Tak heran jika Arisan menjadi viral di media sosial setiap pekannya, dengan cuplikan obrolan yang dibagikan jutaan kali.

6. SCTV – Asmara Gen Z: Cermin Realitas Cinta Anak Muda Zaman Now
Menjawab kebutuhan generasi muda, SCTV meluncurkan serial Asmara Gen Z yang secara spesifik menyasar penonton usia 15–25 tahun. Serial ini menggambarkan realitas percintaan di era digital dengan sangat akurat—mulai dari fenomena ghosting, situationship, hingga tekanan media sosial dalam menjalin hubungan.

Dialognya kekinian, visualnya warna-warni, dan karakternya sangat relatable. Tokoh utamanya bukan pangeran atau putri sempurna, melainkan remaja biasa yang berjuang menyeimbangkan kuliah, kerja paruh waktu, dan hubungan asmara yang penuh ketidakpastian.

Lebih dari sekadar hiburan, Asmara Gen Z juga menjadi medium edukasi ringan tentang kesehatan mental, batasan dalam hubungan, dan pentingnya komunikasi terbuka. Setiap episode diakhiri dengan kutipan reflektif yang sering dijadikan caption di Instagram oleh penonton muda.

7. SCTV – Jejak Duka Diandra: Perjalanan Trauma Menuju Penerimaan Diri
Dalam nuansa yang lebih intens dan dramatis, SCTV menghadirkan Jejak Duka Diandra—sebuah serial psikologis yang menggali luka masa lalu, trauma keluarga, dan perjuangan seorang perempuan untuk bangkit dari keterpurukan.

Diandra, sang tokoh utama, awalnya hidup nyaman sebagai pengusaha sukses. Namun, sebuah surat wasiat tua mengungkap rahasia kelam tentang asal-usulnya: ia bukan anak kandung orang tuanya, melainkan hasil adopsi diam-diam setelah tragedi keluarga yang disembunyikan selama puluhan tahun.

Serial ini dibangun dengan pacing yang cermat, plot twist yang mengejutkan, dan akting yang sangat kuat—terutama dari pemeran utama yang berhasil menampilkan transisi emosi dari syok, marah, hingga akhirnya menerima kenyataan. Jejak Duka Diandra bukan soal balas dendam, tapi tentang keberanian menghadapi kebenaran dan memaafkan masa lalu.

8. RCTI – Mencintai Ipar Sendiri: Eksplorasi Cinta Tabu yang Penuh Dilema
RCTI, yang dikenal piawai mengolah konflik keluarga menjadi tontonan menegangkan, kembali menghadirkan drama emosional berjudul Mencintai Ipar Sendiri. Premisnya memang sensitif: seorang janda jatuh cinta pada ipar laki-lakinya setelah suaminya meninggal dunia.

Serial ini tidak serta-merta meromantisasi situasi tersebut. Sebaliknya, ia mengeksplorasi dilema moral, tekanan sosial, dan pergulatan batin antara cinta dan norma agama-budaya. Narasinya disampaikan dengan sensitif, tanpa sensasionalisme berlebihan.

Yang menarik, Mencintai Ipar Sendiri memicu diskusi luas di media sosial—bukan hanya soal etika, tapi juga tentang hak individu dalam mencintai. RCTI berani mengangkat tema yang jarang disentuh, sekaligus menunjukkan kedewasaan dalam penyampaian isu sosial.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya