Keutamaan Amaliah dan Peristiwa Penting Bulan Sya’ban! Inilah Teks Khutbah Jumat 30 Januari 2026
masjid-pixabay-
Keutamaan Amaliah dan Peristiwa Penting Bulan Sya’ban! Inilah Teks Khutbah Jumat 23 Januari 2026. Khutbah Jumat yang disampaikan pada 23 Januari 2026 mengajak umat Islam menjadikan bulan Sya’ban sebagai momentum memperkuat kesiapan spiritual menjelang Ramadhan. Bulan ini tidak hanya memiliki keutamaan dalam ibadah, tetapi juga menyimpan sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Islam.
Dalam khutbah tersebut, jamaah diingatkan agar senantiasa meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Ketakwaan menjadi bekal utama seorang muslim dalam menata kehidupan, baik dalam urusan ibadah maupun muamalah sehari-hari.
Allah SWT ditegaskan sebagai satu-satunya Zat yang wajib disembah, Mahakuasa atas segala sesuatu, serta Mahasuci dari segala sifat makhluk. Keyakinan tauhid inilah yang menjadi fondasi utama seluruh amal seorang hamba.
Sya’ban sebagai Bulan Persiapan Menuju Ramadhan
Setelah bulan Rajab berlalu, kalender Hijriah membawa umat Islam memasuki bulan Sya’ban. Bulan ini kerap terlewatkan karena berada di antara dua bulan besar, Rajab dan Ramadhan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam justru memberi perhatian khusus pada Sya’ban. Hal ini tercermin dari kebiasaan beliau yang memperbanyak puasa sunnah di bulan tersebut.
Sayyidah ‘Aisyah radliyallahu ‘anha menuturkan bahwa Rasulullah tidak pernah berpuasa sebulan penuh selain Ramadhan. Namun, puasa beliau paling banyak dilakukan pada bulan Sya’ban.
Penjelasan mengenai hal ini juga datang dari riwayat Usamah bin Zaid radliyallahu ‘anhu. Rasulullah menyampaikan bahwa Sya’ban adalah bulan yang sering dilalaikan manusia dan pada bulan inilah amal-amal diangkat kepada Allah SWT.
Karena itu, Rasulullah menyukai amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa. Teladan ini menjadi isyarat agar umat Islam tidak mengabaikan bulan Sya’ban.
Amaliah yang Dianjurkan pada Bulan Sya’ban
Selain puasa sunnah, para ulama salaf mencontohkan berbagai amalan yang biasa ditingkatkan ketika Sya’ban tiba. Di antaranya adalah memperbanyak tilawah Alquran dan menunaikan zakat mal.
Tradisi tersebut dilakukan sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadhan, baik secara ruhani maupun sosial. Kepedulian kepada sesama menjadi bagian penting dari ibadah di bulan ini.
Kesibukan duniawi mulai dikurangi, sementara zikir, shalat malam, dan ibadah sunnah lainnya semakin ditingkatkan. Karena itu, Sya’ban dikenal dengan sebutan syahrul qurra’, bulan para pembaca Alquran.
Keutamaan Malam Nishfu Sya’ban
Salah satu waktu istimewa dalam bulan ini adalah malam pertengahan Sya’ban atau Nishfu Sya’ban. Sejumlah riwayat menyebut malam tersebut sebagai malam penuh keberkahan.
Terdapat hadis yang menganjurkan shalat malam dan puasa pada siang harinya. Meski sebagian ulama menilai hadis tersebut berstatus daif, para ulama membolehkan pengamalannya dalam konteks fadha’ilul a’mal.
Selain itu, terdapat riwayat yang dinilai sahih oleh Imam Ibnu Hibban yang menyebut bahwa Allah SWT memberikan ampunan kepada seluruh makhluk-Nya pada malam Nishfu Sya’ban, kecuali bagi orang yang berbuat syirik dan mereka yang saling bermusuhan.
Imam Syafi’i juga menyebut adanya beberapa malam yang dikenal sebagai waktu dikabulkannya doa, termasuk malam Nishfu Sya’ban.