Keluarga Pramugari Esther Aprilita Pasrah Menunggu Kepastian dari Maros Sudah Pasang Tenda Putih di Bogor
Aprilq-Instagram-
Keluarga Pramugari Esther Aprilita Pasrah Menunggu Kepastian dari Maros Sudah Pasang Tenda Putih di Bogor. Suasana duka menyelimuti Desa Bojong Koneng Ciherang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (19/1/2026). Di rumah keluarga Esther Aprilita, tenda putih dan deretan kursi plastik telah terpasang sejak pagi.
Tenda tersebut berdiri di kediaman Esther Aprilita, pramugari pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang dilaporkan mengalami kecelakaan di Pegunungan Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026).
Hingga Senin siang, keberadaan Esther belum diketahui. Dari proses evakuasi sementara, baru dua korban yang ditemukan dan dipastikan bukan Esther.
Kabar hilangnya kontak pesawat tersebut membuat waktu seakan berhenti bagi keluarga di Bogor. Mereka terus menanti kepastian, meski harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.
Paman Esther, Arya, mengatakan informasi yang diterima keluarga masih sangat terbatas. Seluruh perkembangan evakuasi hanya dipantau melalui siaran televisi nasional.
“Belum, ngeliat tv baru dua dapat (dievakuasi),” ujar Arya saat ditemui, Senin (19/1/2026).
Ia memastikan bahwa dua korban yang telah dievakuasi bukan keponakannya. Kondisi itu membuat keluarga terus berdoa di tengah ketidakpastian yang berkepanjangan.
Sosok yang paling terpukul adalah Adi Sianipar, ayah kandung Esther. Tak sanggup hanya menunggu kabar dari rumah, Adi memutuskan berangkat langsung ke Makassar.
Ia berniat menjemput putrinya dalam kondisi apa pun. Keputusan tersebut diambil setelah Esther tidak lagi bisa dihubungi sejak kabar kecelakaan pesawat itu mencuat.
“Baik orangnya, makanya bapaknya nangis-nangis pas dapet kabar lost contact. Anak pertama dari tiga,” kata Arya.
Baca juga: Samsung Z Fold 8 vs iPhone Fold, Duel Panas yang Berpotensi Mengubah Pasar HP Lipat 2026