Mengenal Pemilik Transmart, Jejak Konglomerat di Balik Ritel Modern Indonesia

Mengenal Pemilik Transmart, Jejak Konglomerat di Balik Ritel Modern Indonesia

Trans tv-Instagram-

Transmart dikenal sebagai salah satu jaringan ritel modern terbesar di Indonesia dengan konsep belanja terpadu. Di balik ekspansi dan besarnya skala bisnis tersebut, terdapat figur pengusaha nasional yang telah lama malang melintang di berbagai sektor strategis.

Ritel ini mengusung konsep one-stop shopping yang memungkinkan konsumen memenuhi beragam kebutuhan dalam satu lokasi. Mulai dari kebutuhan pokok, produk elektronik, busana, hingga fasilitas hiburan seperti restoran, bioskop, dan arena bermain keluarga.



Perjalanan Transmart tidak terlepas dari keberadaan Carrefour, jaringan hipermarket asal Prancis yang lebih dahulu hadir dan dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Carrefour mulai beroperasi di Tanah Air sejak 1998 dan berkembang pesat sebagai pemain utama ritel modern.

Perubahan besar terjadi setelah proses akuisisi yang dilakukan oleh kelompok usaha nasional. Pada 6 Juni 2014, Carrefour resmi bertransformasi dan berganti identitas menjadi Transmart, menandai babak baru dalam peta persaingan ritel Indonesia.

Transformasi tersebut bukan sekadar pergantian nama. Di bawah kendali pemilik barunya, Transmart membawa arah bisnis dan konsep yang lebih terintegrasi dengan gaya hidup masyarakat perkotaan.


Pemilik Transmart adalah Chairul Tanjung, pengusaha Indonesia yang dikenal sebagai pendiri sekaligus pemimpin CT Corp. Namanya kerap dikaitkan dengan keberhasilan membangun bisnis berskala besar yang mencakup berbagai sektor industri.

Selain dikenal sebagai pebisnis, Chairul Tanjung juga pernah mengemban jabatan publik sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada periode 19 Mei 2014 hingga 20 Oktober 2014. Julukan “Anak Singkong” melekat padanya sebagai simbol perjalanan hidup dari latar belakang sederhana hingga menjadi konglomerat.

CT Corp menaungi sejumlah unit usaha besar, di antaranya Trans Corp, Bank Mega, dan CT Global Resources. Trans Corp bergerak di bidang media, hiburan, dan gaya hidup, sementara Mega Corp fokus pada jasa keuangan.

Adapun CT Global Resources mengelola bisnis di sektor perkebunan serta sumber daya alam. Seluruh lini usaha tersebut saling melengkapi dan memperkuat posisi CT Corp di tingkat nasional.

Bisnis ritel Transmart berada di bawah PT Trans Retail Indonesia, anak usaha CT Corp yang menjadi pemegang kendali penuh jaringan ritel yang sebelumnya bernama Carrefour Indonesia.

Akuisisi dimulai pada 2010 ketika CT Corp membeli 40 persen saham PT Carrefour Indonesia senilai sekitar US$300 juta. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Prancis pada 12 Maret 2010.

Kepemilikan tersebut diperkuat pada 19 November 2012 saat CT Corp mengakuisisi sisa 60 persen saham Carrefour Indonesia dengan nilai transaksi sekitar US$750 juta. Dengan langkah ini, Trans Retail Indonesia resmi menguasai seluruh saham perusahaan.

Nilai akuisisi tersebut didasarkan pada kinerja Carrefour Indonesia yang mencatat omzet penjualan sekitar Rp13,75 triliun pada 2011. Setelah sepenuhnya berada di bawah CT Corp, proses transformasi merek pun dijalankan.

Pada 20 Juni 2014, Carrefour resmi berganti nama menjadi Transmart Carrefour. Reposisi dilakukan melalui penataan ruang belanja, peningkatan kenyamanan, serta penguatan unsur hiburan dalam pusat perbelanjaan.

Dalam operasionalnya, PT Trans Retail Indonesia mempekerjakan lebih dari 12.000 karyawan. Meski demikian, perjalanan bisnis Transmart juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang yang pernah diajukan oleh PT Tritunggal Adyabuana.

Perusahaan ini mengelola sejumlah merek ritel, antara lain Transmart, Carrefour, dan Groserindo. Dinamika pasar dan perubahan perilaku konsumen turut memengaruhi kinerja bisnis ritel fisik.

Pada 2023, publik dikejutkan dengan penutupan permanen tujuh gerai Transmart di Indonesia. Penutupan tersebut merupakan bagian dari strategi efisiensi yang telah dilakukan secara bertahap sejak masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Series Seven Dials (2026) Apakah Lanjut Season 2?

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya