Tahun 2026 diperkirakan menjadi titik balik arah industri konten digital di media sosial.

Konten dengan tampilan mentah, minim polesan, dan terasa autentik disebut akan menggantikan dominasi visual rapi serta editing halus yang selama ini populer.

Prediksi tersebut disampaikan oleh kreator TikTok, Victoria Wong, yang menilai bahwa konten bergaya raw dengan pendekatan sudut pandang atau point of view akan menjadi salah satu pendorong utama masuk FYP pada tahun mendatang.

Dalam beberapa tahun terakhir, audiens mulai menunjukkan kejenuhan terhadap konten yang terlalu sempurna dan terlihat dibuat-buat.

Sebuah survei mencatat, sebanyak 86 persen audiens lebih tertarik pada kreator atau merek yang dinilai jujur, natural, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Kondisi ini menegaskan bahwa keaslian kini berfungsi bukan hanya sebagai gaya visual, tetapi juga alat membangun kepercayaan sekaligus pembeda di tengah persaingan platform yang semakin ketat.

Beragam format yang sebelumnya dianggap kurang layak tayang justru mulai mendapat perhatian.

Mini drama berdurasi singkat dengan tempo cepat, video handheld yang tidak stabil, audio yang bocor, hingga ekspresi canggung ala introvert kini dinilai memiliki daya tarik karena terasa dekat dan membumi.

Fenomena tersebut membuka peluang besar bagi kreator yang selama ini merasa tidak cocok tampil di depan kamera, termasuk kalangan introvert.

Format POV menjadi elemen kunci dalam tren ini karena membuat penonton seolah terlibat langsung di dalam cerita.

Penggunaan editing cut to cut yang cepat tanpa banyak jeda menciptakan alur intens dan menjaga perhatian audiens.

Menurut Victoria Wong, karakter menjadi faktor paling menentukan dalam potensi viral sebuah konten.

Semakin unik dan mudah dipahami oleh penonton, semakin besar peluang konten tersebut menjangkau audiens luas.

Baca juga: Profil Tampang Rylan Henry Pribadi Cucu Pendiri Napan Group yang Meningga Dunia akibat Kecelakaan Ski di Jepang: Umur, Agama dan Akun IG