Samsung Siapkan Galaxy Z Fold 8 dengan Layar Bebas Lipatan, Apple Pilih Jalur Berbeda untuk iPhone Lipat Pertamanya

Samsung Siapkan Galaxy Z Fold 8 dengan Layar Bebas Lipatan, Apple Pilih Jalur Berbeda untuk iPhone Lipat Pertamanya

Samsung-Instagram-


Samsung Siapkan Galaxy Z Fold 8 dengan Layar Bebas Lipatan, Apple Pilih Jalur Berbeda untuk iPhone Lipat Pertamanya

Las Vegas, 16 Januari 2026 — Dunia teknologi kembali dikejutkan oleh inovasi terbaru dari raksasa elektronik Korea Selatan, Samsung. Di tengah gelaran Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas, perusahaan ini secara resmi mengonfirmasi bahwa panel OLED lipat generasi terbarunya—yang dijuluki MONT FLEX—akan menjadi tulang punggung layar Galaxy Z Fold 8, ponsel lipat andalan mereka yang akan diluncurkan pada paruh kedua tahun ini. Namun, meski Apple juga dikabarkan akan menggunakan panel OLED dari Samsung Display untuk iPhone lipat pertamanya, pendekatan struktural kedua raksasa teknologi ini justru berbeda jauh.



Inovasi MONT FLEX: Jawaban atas Masalah Lipatan yang Mengganggu
Selama bertahun-tahun, salah satu keluhan utama pengguna ponsel lipat adalah munculnya lipatan atau kerutan permanen di tengah layar. Fenomena ini tidak hanya mengganggu estetika visual, tetapi juga berpotensi memengaruhi kenyamanan sentuhan dan umur panjang perangkat. Samsung kini tampaknya telah menemukan solusi komprehensif lewat teknologi MONT FLEX, yang dipamerkan secara eksklusif di CES 2026.

Dalam demo langsung, Samsung menampilkan panel MONT FLEX berdampingan dengan layar foldable generasi sebelumnya. Perbedaannya mencolok: sementara layar lama masih menunjukkan garis lipatan yang jelas, panel baru terlihat mulus tanpa jejak tekukan, bahkan setelah ribuan kali proses melipat dan membuka.

Rahasia di balik keajaiban ini terletak pada serangkaian inovasi material dan rekayasa mekanis. Salah satunya adalah penggantian lapisan polyethylene terephthalate (PET)—bahan plastik tipis yang biasa digunakan sebagai pelindung layar pada ponsel lipat saat ini—dengan sistem penopang berbasis logam atau kaca yang ditempatkan tepat di bawah panel OLED.


Laser-Drilled Support dan OCA Baru: Kombinasi Cerdas untuk Ketahanan Jangka Panjang
Salah satu terobosan utama dalam desain MONT FLEX adalah penggunaan laser-drilled support, yaitu lapisan penopang logam yang dilubangi secara presisi menggunakan sinar laser. Lubang-lubang mikro ini dirancang untuk mendistribusikan tekanan lipatan secara merata di sepanjang engsel, sehingga menghindari konsentrasi stres yang selama ini menyebabkan kerusakan struktural.

Tak hanya itu, Samsung Display juga memperbarui formulasi optical clear adhesive (OCA)—lapisan perekat transparan antara komponen layar. Versi terbaru OCA ini dirancang lebih fleksibel dan elastis, memberikan bantalan dinamis saat layar dilipat. Hasilnya? Tidak hanya kerutan permanen yang bisa dicegah, tetapi juga kenyamanan sentuhan yang lebih alami, mendekati pengalaman menggunakan ponsel konvensional.

Samsung vs Apple: Dua Filosofi, Satu Tujuan
Meski sama-sama mengandalkan pasokan panel OLED dari Samsung Display, Samsung dan Apple ternyata memilih material penopang yang berbeda untuk strategi masing-masing. Untuk Galaxy Z Fold 8, Samsung memilih pelat penguat berbahan logam yang diproduksi oleh Fine M-Tec, perusahaan teknologi asal Korea Selatan. Material ini dipilih karena ketahanannya terhadap deformasi jangka panjang dan kemampuannya menjaga stabilitas bentuk layar meski dilipat ribuan kali.

Sebaliknya, Apple dikabarkan memilih kaca ultra-tipis sebagai material penopang untuk iPhone lipat pertamanya. Keputusan ini selaras dengan filosofi desain Apple yang selalu menekankan kesan premium, permukaan datar, dan integritas visual. Dengan kaca, Apple berharap dapat menciptakan ilusi layar yang benar-benar rata—seolah bukan perangkat lipat—meski tantangan ketahanan mekanis tetap menjadi pertimbangan utama.

Perbedaan pendekatan ini menunjukkan bagaimana dua merek raksasa memiliki prioritas pengalaman pengguna yang berbeda: Samsung fokus pada reliabilitas dan daya tahan jangka panjang, sementara Apple mengejar estetika visual dan konsistensi pengalaman layar yang tak terganggu oleh elemen lipat.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya