Samsung Siapkan Galaxy Z Fold 8 dengan Layar Bebas Lipatan, Apple Pilih Jalur Berbeda untuk iPhone Lipat Pertamanya
Samsung-Instagram-
Tantangan Biaya dan Implikasi Harga
Namun, inovasi canggih ini tidak datang tanpa harga. Sumber industri yang dikutip oleh ZDNet Korea (13 Januari 2026) mengungkapkan bahwa biaya produksi meningkat signifikan akibat perubahan material dan kompleksitas manufaktur. “Karena ada isu seperti peningkatan biaya produksi akibat perubahan material, kami terus mengevaluasi utilitas nyata dari panel ini,” ujar seorang narasumber anonim.
Komponen lain seperti RAM berkecepatan tinggi dan substrat OLED canggih juga disebut mengalami kenaikan harga. Hal ini membuka kemungkinan bahwa baik Galaxy Z Fold 8 maupun iPhone lipat pertama Apple akan hadir dengan banderol yang lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya—menjadikannya produk premium yang ditujukan untuk segmen pasar high-end.
Baca juga: IHSG Tembus Level 9.000! Ini 10 Saham Penopang yang Bikin Pasar Modal Indonesia Bersinar
Persaingan Foldable Memanas di Paruh Kedua 2026
Dengan konfirmasi penggunaan panel bebas lipatan pada Galaxy Z Fold 8, persaingan di pasar ponsel lipat diprediksi akan semakin sengit pada paruh kedua 2026. Samsung, yang selama ini mendominasi segmen foldable, kini memperkuat posisinya dengan janji layar yang lebih awet dan visual yang lebih mulus. Di sisi lain, Apple—dengan reputasinya dalam menciptakan ekosistem terintegrasi dan desain ikonik—diperkirakan akan memasuki pasar ini dengan pendekatan yang sangat berbeda namun tak kalah ambisius.
Yang pasti, kehadiran dua raksasa ini dengan dua filosofi desain yang kontras akan memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen, sekaligus mendorong percepatan inovasi di seluruh industri. Bagi para penggemar teknologi, tahun 2026 mungkin akan menjadi titik balik sejarah ponsel lipat—di mana masalah lipatan akhirnya bukan lagi halangan, melainkan pintu gerbang menuju era baru perangkat mobile yang benar-benar fleksibel, andal, dan elegan.