Mengenal Profesi Kiropraktor: Siapa Tyler Bigenho, Suami Aurelie Moeremans yang Jadi Sorotan Publik?
Aureli-Instagram-
Mengenal Profesi Kiropraktor: Siapa Tyler Bigenho, Suami Aurelie Moeremans yang Jadi Sorotan Publik?
Nama Tyler Bigenho belakangan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen Indonesia—bukan hanya karena statusnya sebagai suami dari aktris cantik Aurelie Moeremans, melainkan juga karena profesinya yang unik dan menarik: seorang dokter kiropraktor. Di balik senyum ramah dan penampilannya yang selalu rapi di media sosial, pria asal Amerika Serikat ini ternyata memiliki latar belakang pendidikan medis yang sangat solid dan dedikasi tinggi terhadap kesehatan tulang belakang.
Bahkan, tak sedikit selebriti Tanah Air yang telah merasakan langsung manfaat perawatan dari tangan dinginnya. Nama-nama besar seperti Luna Maya, Prilly Latuconsina, Agnez Mo, hingga sederet figur publik lainnya kerap membagikan pengalaman mereka usai menjalani sesi terapi dengan Tyler. Namun, di balik popularitasnya, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memahami secara utuh apa itu profesi kiropraktor—dan mengapa metode ini layak dipertimbangkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat modern.
Apa Itu Kiropraktor? Bukan Sekadar “Tukang Pijat” Biasa
Kiropraktor, atau dalam bahasa Inggris disebut chiropractor, adalah praktisi kesehatan berlisensi yang secara khusus dilatih untuk menangani gangguan pada sistem muskuloskeletal—terutama tulang belakang—serta dampaknya terhadap sistem saraf pusat. Berbeda dengan terapi alternatif tradisional yang sering kali tidak berbasis ilmiah, kiropraktik merupakan bidang medis yang diakui secara internasional, terutama di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan beberapa negara Eropa.
Filosofi utama kiropraktik berakar pada keyakinan bahwa tubuh manusia memiliki kemampuan alami untuk menyembuhkan dirinya sendiri, asalkan struktur tubuh—khususnya tulang belakang—berada dalam posisi yang selaras. Ketika terjadi ketidakseimbangan atau subluksasi (pergeseran kecil pada sendi tulang belakang), hal ini bisa mengganggu fungsi sistem saraf, yang pada akhirnya memicu nyeri, kekakuan, bahkan gangguan organ internal.
Jejak Pendidikan Tyler Bigenho: Dari Neuroscience hingga Gelar Doktor Kiropraktik
Popularitas Tyler bukanlah hasil instan. Ia menempuh pendidikan yang sangat ketat dan komprehensif. Sebelum menjadi dokter kiropraktor, ia menyelesaikan studi Neuroscience di University of California, Riverside—jurusan yang mempelajari sistem saraf manusia secara mendalam. Langkah ini memberinya fondasi ilmiah yang kuat untuk memahami hubungan antara otak, saraf, dan tubuh secara holistik.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan profesionalnya di bidang kiropraktik dan berhasil meraih gelar Doctor of Chiropractic (DC) dengan predikat Summa Cum Laude—penghargaan tertinggi yang diberikan kepada lulusan terbaik. Ini membuktikan bahwa profesi kiropraktor bukanlah pekerjaan sembarangan, melainkan membutuhkan pelatihan intensif selama bertahun-tahun, termasuk anatomi, fisiologi, diagnosis klinis, radiologi, hingga teknik manipulasi manual yang presisi.
Bagaimana Cara Kerja Seorang Kiropraktor?
Metode utama yang digunakan Tyler Bigenho dalam praktiknya dikenal sebagai spinal adjustment atau penyesuaian tulang belakang. Dalam prosedur ini, ia menggunakan tangan atau alat bantu khusus untuk memberikan tekanan cepat namun terkontrol pada sendi tulang belakang yang mengalami ketidaksejajaran.
Salah satu ciri khas yang sering terlihat dalam video-video terapinya adalah suara “kretek” atau “klik” yang muncul saat penyesuaian dilakukan. Banyak orang salah mengira itu adalah bunyi tulang yang “masuk kembali ke tempatnya”. Faktanya, suara tersebut berasal dari pelepasan gelembung gas—seperti oksigen, nitrogen, dan karbon dioksida—yang terperangkap dalam cairan sinovial sendi. Fenomena medis ini disebut kavitasi, dan sama sekali tidak berbahaya.
Namun, pekerjaan seorang kiropraktor tidak berhenti pada manipulasi fisik saja. Tyler juga kerap memberikan konsultasi holistik kepada pasiennya, mencakup:
Koreksi postur tubuh sehari-hari
Rekomendasi latihan penguatan otot di rumah
Saran ergonomis untuk pekerja kantoran
Bahkan panduan nutrisi untuk mendukung pemulihan jangka panjang
Pendekatan ini menunjukkan bahwa kiropraktik bukan hanya tentang menghilangkan nyeri sesaat, tetapi juga tentang pencegahan dan peningkatan kualitas hidup secara berkelanjutan.
Kondisi Medis yang Efektif Ditangani oleh Kiropraktor
Menurut data klinis dan studi medis yang dipublikasikan oleh lembaga kesehatan internasional seperti Healthline dan Mayo Clinic, terapi kiropraktik terbukti efektif untuk mengatasi berbagai keluhan, antara lain:
Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain)
Ini adalah alasan paling umum pasien datang ke klinik kiropraktor. Banyak kasus nyeri punggung kronis—terutama akibat duduk lama atau angkat beban berat—dapat mereda signifikan setelah beberapa sesi terapi.
Sakit Kepala dan Migrain
Penelitian menunjukkan bahwa manipulasi tulang leher dan atas punggung dapat mengurangi frekuensi serta intensitas sakit kepala tipe tegang (tension headache) dan migrain.
Nyeri Leher dan “Text Neck”
Di era digital, banyak orang mengalami nyeri leher akibat terlalu sering menunduk saat menggunakan ponsel—fenomena yang dikenal sebagai text neck. Kiropraktor membantu mengembalikan postur alami leher dan mengurangi tekanan pada saraf.
Saraf Terjepit (Herniasi Nukleus Pulposus/HNP)
Meski tidak menggantikan tindakan bedah dalam kasus parah, terapi kiropraktik dapat membantu mengurangi tekanan pada saraf tulang belakang dan mempercepat pemulihan non-invasif.
Perbedaan Kiropraktor dan Fisioterapis: Mana yang Lebih Tepat untuk Anda?
Meski sama-sama bergerak di bidang rehabilitasi fisik, kiropraktor dan fisioterapis memiliki filosofi dan pendekatan yang berbeda.
Fisioterapi lebih berfokus pada pemulihan fungsi gerak otot dan sendi melalui latihan terstruktur, terapi manual, dan modalitas seperti ultrasound atau electrotherapy. Cocok untuk pasien pasca-operasi, cedera olahraga, atau stroke.
Kiropraktik, di sisi lain, menekankan pada penyelarasan struktural tubuh, terutama tulang belakang, untuk memastikan sistem saraf berfungsi optimal. Pendekatannya lebih preventif dan holistik, cocok bagi mereka yang ingin menjaga postur tubuh ideal atau mencegah nyeri kronis sejak dini.
Keduanya bisa saling melengkapi, tergantung kondisi pasien dan tujuan terapi.
Mengapa Tyler Bigenho Begitu Dicintai Publik?
Di luar statusnya sebagai pasangan Aurelie Moeremans, Tyler Bigenho berhasil membangun reputasi sebagai edukator kesehatan yang andal. Melalui konten media sosialnya, ia tidak hanya mempromosikan jasanya, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan tulang belakang dalam kehidupan sehari-hari.
Ia kerap membagikan tips sederhana—seperti cara duduk yang benar di depan laptop, latihan peregangan 5 menit untuk pekerja kantoran, atau bahaya tidur dengan bantal terlalu tinggi—yang mudah diaplikasikan oleh siapa saja. Gaya penyampaiannya yang santai, informatif, dan bebas jargon medis rumit membuat ilmu kesehatan terasa lebih dekat dan relevan.