James Gunn Tegaskan New Gods Tak Akan Hidup Lagi: DC Studios Fokus Bangun Dunia Baru yang Utuh dan Konsisten

James Gunn Tegaskan New Gods Tak Akan Hidup Lagi: DC Studios Fokus Bangun Dunia Baru yang Utuh dan Konsisten

James gunn-Instagram-

James Gunn Tegaskan New Gods Tak Akan Hidup Lagi: DC Studios Fokus Bangun Dunia Baru yang Utuh dan Konsisten

Dalam langkah tegas yang menandai era baru bagi jagat sinematik DC (DC Universe/DCU), James Gunn, co-CEO sekaligus arsitek utama DC Studios, secara resmi mengonfirmasi bahwa proyek film New Gods—yang sempat menjadi salah satu harapan besar di era Zack Snyder—kini benar-benar dinyatakan mati. Keputusan ini bukan sekadar perubahan rencana produksi, melainkan bagian dari strategi besar untuk membangun fondasi naratif yang lebih solid, koheren, dan berkelanjutan.



Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Gunn menegaskan bahwa New Gods, yang awalnya dipersiapkan oleh sutradara Ava DuVernay dan penulis komik ternama Tom King, tidak akan dilanjutkan dalam cetak biru DCU Chapter One: Gods and Monsters. Langkah ini menjadi simbol nyata bahwa DC Studios, di bawah kepemimpinan Gunn dan Peter Safran, ingin sepenuhnya melepaskan diri dari warisan “SnyderVerse”—jagat sinematik DC versi lama yang kerap dikritik karena ketidakkonsistenan tonal dan naratif.

Mengapa “New Gods” Harus Dikubur? Ini Penjelasan Strategis James Gunn
Meski ide awal New Gods terdengar ambisius—mengangkat mitologi kosmik Jack Kirby tentang pertarungan antara New Genesis dan Apokolips, serta memperkenalkan tokoh seperti Darkseid, Mister Miracle, dan Big Barda—Gunn menilai bahwa proyek tersebut tidak lagi selaras dengan visi jangka panjang DCU yang sedang ia rancang bersama Safran.

“Saya sangat menghormati karya Jack Kirby dan warisan karakter-karakter New Gods,” tulis Gunn. “Tapi kami harus memulai dari nol, dengan struktur yang utuh sejak awal.”


Ada tiga alasan utama di balik keputusan kontroversial ini:

Konektivitas Organik yang Utuh
Gunn ingin setiap film dan serial dalam DCU saling terhubung secara alami, bukan hanya lewat cameo atau easter egg, tapi melalui narasi yang terintegrasi sejak fase perencanaan. Melanjutkan proyek lama yang tidak dirancang dalam ekosistem baru ini berisiko menciptakan celah logika.
Menghindari Kebingungan Audiens
Publik global sudah cukup bingung dengan berbagai versi Batman, Superman, dan Justice League dalam satu dekade terakhir. Menyambungkan New Gods versi DuVernay ke DCU baru bisa memicu kekacauan garis waktu, terutama karena Darkseid sempat muncul—meski hanya dalam bentuk cameo digital—di Zack Snyder’s Justice League.
Visi Kreatif yang Segar dan Terpadu
DC Studios ingin memperkenalkan karakter-karakter ikonik dengan pemeran, desain visual, dan pendekatan tematik yang sepenuhnya baru. Ini termasuk memilih aktor yang sesuai dengan usia dan latar belakang karakter dalam cerita aslinya—sesuatu yang sering diabaikan di era sebelumnya.
Sinopsis yang Tak Pernah Terwujud: Tragedi, Humor, dan Perang Kosmik
Sebelum akhirnya dibatalkan, New Gods versi DuVernay memiliki premis yang sangat emosional dan filosofis. Film ini berpusat pada Scott Free alias Mister Miracle—putra Highfather dari New Genesis yang dibesarkan sebagai sandera di Apokolips oleh Darkseid. Ia digambarkan sebagai “anak Tuhan yang dibesarkan oleh iblis”, sebuah metafora kuat tentang identitas, kebebasan, dan takdir.

Draf naskah awal menjanjikan perpaduan unik antara aksi spektakuler, humor khas DuVernay, dan eksplorasi psikologis mendalam. Salah satu inti konfliknya adalah keberadaan Anti-Life Equation—rumus kosmik yang mampu menghapus kehendak bebas seluruh makhluk hidup—yang jatuh ke tangan Darkseid. Scott Free harus kembali ke medan perang bukan hanya untuk menyelamatkan dunia, tetapi juga keluarganya, termasuk istrinya, Big Barda.

Sayangnya, meski konsep ini dipuji banyak kritikus komik, Gunn menilai bahwa narasi tersebut terlalu “terpisah” dari arsitektur cerita DCU yang sedang ia bangun—yang dimulai dari Bumi, bukan dari perang antarplanet.

Fokus Baru DC Studios: Bangun Pilar dari Bawah
Alih-alih melanjutkan warisan lama, DC Studios kini fokus pada tiga proyek utama yang akan menjadi tulang punggung DCU Chapter One:

Superman (2025)
Film ini bukan sekadar reboot, melainkan titik awal resmi DCU. Dibintangi David Corenswet sebagai Clark Kent, film ini akan mengeksplorasi sisi humanis Superman sebagai simbol harapan di dunia modern.
Supergirl: Woman of Tomorrow
Mengadaptasi komik populer karya Tom King, film ini akan membawa penonton ke petualangan kosmik Kara Zor-El yang lebih dewasa dan kompleks, menjembatani Bumi dengan galaksi luas.
Lanterns
Serial HBO Max ini akan menggali sisi investigasi dan politik antargalaksi melalui dinamika dua Green Lantern—Hal Jordan dan John Stewart—dalam misi yang mengungkap konspirasi besar di tubuh Korps Lantern.
Ketiga proyek ini dirancang untuk saling terhubung, baik secara karakter maupun tema, menciptakan fondasi yang kokoh sebelum DCU memperluas cakupannya ke wilayah seperti New Gods—namun dengan cara yang sesuai dengan visi baru.

Baca juga: Realme C53 Punya Nuansa iPhone dengan Sentuhan Mewah! Berikut 5 HP dengan Harga 1 Jutaan di Awal 2026

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya