Ribuan Buruh dan Ojol Turun ke Jalan, Ini Daftar Titik Macet yang Harus Dihindari di Jakarta Hari Ini

Ribuan Buruh dan Ojol Turun ke Jalan, Ini Daftar Titik Macet yang Harus Dihindari di Jakarta Hari Ini

Ilustrasi Demo--

Ribuan Buruh dan Ojol Turun ke Jalan, Ini Daftar Titik Macet yang Harus Dihindari di Jakarta Hari Ini
Aksi demonstrasi besar-besaran kembali mewarnai ibu kota pada Kamis, 15 Januari 2026. Ribuan buruh bersama pengemudi ojek online (ojol) turun ke jalan menyuarakan tuntutan mereka terkait upah layak dan regulasi sektor transportasi daring. Demonstrasi ini diprediksi akan menyebabkan kemacetan parah di sejumlah ruas strategis di DKI Jakarta, sehingga warga diimbau mencari rute alternatif.

Buruh Tuntut Revisi UMP DKI Jakarta 2026
Aksi unjuk rasa hari ini dipimpin langsung oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Ketua Umum Partai Buruh, Said Iqbal. Sekitar seribu buruh dari berbagai serikat pekerja direncanakan menggeruduk dua lokasi utama: Gedung DPR/MPR RI di Senayan dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) di Jalan Gatot Subroto.



Inti tuntutan para buruh sangat jelas: revisi Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta tahun 2026 agar disesuaikan dengan 100 persen Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Menurut perhitungan KSPI, angka tersebut setara dengan Rp5,89 juta per bulan.

“Tidak mungkin buruh bisa hidup layak dengan upah antara Rp5–7 juta di Jakarta,” tegas Said Iqbal dalam konferensi pers yang digelar Rabu (14/1/2026).

Selain itu, buruh juga menuntut penetapan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) DKI Jakarta 2026 yang minimal 5 persen lebih tinggi dari angka 100 persen KHL. “UMSP harus menjadi instrumen perlindungan tambahan bagi pekerja di sektor-sektor strategis yang memiliki produktivitas tinggi,” tambahnya.


Ojol Ikut Turun, Desak Perpres Baru
Tak hanya kalangan buruh, para pengemudi ojek online juga bergabung dalam gelombang aksi hari ini. Mereka berasal dari Dewan Presidium Pusat Koalisi Ojol Nasional dan berkumpul di kawasan Medan Merdeka Selatan hingga Gambir. Fokus tuntutan mereka adalah percepatan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) baru yang mengatur secara adil tarif, insentif, dan perlindungan sosial bagi driver ojol.

Menurut koordinator aksi ojol, regulasi yang ada saat ini dinilai belum memberikan kepastian pendapatan dan perlindungan hukum yang memadai. “Kami butuh kebijakan yang tidak hanya melindungi konsumen, tapi juga menjaga kelangsungan hidup jutaan driver yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga,” ujar salah satu perwakilan dalam orasinya.

Polisi Imbau Warga Hindari Rute Strategis
Pihak kepolisian telah mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas akibat aksi massa tersebut. Kasie Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengonfirmasi bahwa massa buruh akan berkonsentrasi di depan Gedung DPR/MPR, sementara kelompok ojol akan menduduki area Medan Merdeka Selatan hingga Gambir.

“Warga yang hendak melintas di kawasan tersebut diminta untuk menggunakan jalur alternatif selama unjuk rasa berlangsung,” imbaunya.

Beberapa ruas jalan yang berpotensi macet parah antara lain:

Jalan Jenderal Gatot Subroto (depan Kemnaker RI)
Jalan Jenderal Sudirman hingga Semanggi
Jalan Medan Merdeka Selatan dan sekitarnya
Jalan Veteran hingga Jalan Majapahit
Kawasan Gambir dan Harmoni
Pengguna kendaraan pribadi maupun transportasi umum disarankan memantau informasi lalu lintas secara real-time melalui aplikasi navigasi seperti Google Maps atau Waze, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Demonstrasi Damai, Aparat Siap Amankan
Meski jumlah massa diperkirakan mencapai ribuan orang, aparat keamanan menjamin aksi akan berlangsung damai. “Kami telah berkoordinasi dengan panitia aksi untuk memastikan protokol demonstrasi dipatuhi. Tidak boleh ada anarki atau penutupan total jalan raya,” tegas Iptu Erlyn.

Hingga pukul 09.00 WIB, situasi di sekitar Gedung DPR/MPR masih terpantau kondusif, meski arus lalu lintas mulai melambat seiring kedatangan rombongan buruh dari berbagai wilayah Jabodetabek.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya