Profil Tampang Sergey Brin Jadi Orang Terkaya Ketiga Dunia Berkat Lonjakan Saham Alphabet dan Dominasi AI Google Geser Jeff Bezos: Umur, Agama dan IG

Profil Tampang Sergey Brin Jadi Orang Terkaya Ketiga Dunia Berkat Lonjakan Saham Alphabet dan Dominasi AI Google Geser Jeff Bezos: Umur, Agama dan IG

Sergey-Instagram-

Profil Tampang Sergey Brin Jadi Orang Terkaya Ketiga Dunia Berkat Lonjakan Saham Alphabet dan Dominasi AI Google Geser Jeff Bezos: Umur, Agama dan IG
Dunia kekayaan global kembali berguncang. Sergey Brin, salah satu pendiri raksasa teknologi Google, resmi naik ke posisi orang terkaya ketiga di dunia, menggeser nama-nama besar seperti Jeff Bezos (pendiri Amazon) dan Larry Ellison (pendiri Oracle). Pencapaian fenomenal ini tak lepas dari performa spektakuler saham Alphabet Inc.—perusahaan induk Google—yang baru-baru ini menembus valuasi lebih dari 4 triliun dolar AS (sekitar Rp 60.000 triliun).

Langkah Brin ke puncak tangga kekayaan global bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan dari transformasi strategis yang dilakukan Google dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam perlombaan teknologi kecerdasan buatan (AI). Di tengah persaingan sengit antar raksasa teknologi, Alphabet berhasil memposisikan diri sebagai pemimpin pasar AI pada 2025—sebuah momentum yang mendorong valuasi perusahaan ke level yang sebelumnya hanya diraih oleh sedikit perusahaan di dunia.



Alphabet Tembus Klub Eksklusif Valuasi 4 Triliun Dolar AS
Pada Senin, 12 Januari 2026, Alphabet secara resmi menjadi perusahaan keempat dalam sejarah yang mencapai valuasi pasar lebih dari 4 triliun dolar AS. Tiga perusahaan lain yang pernah menyentuh pencapaian serupa adalah Apple, Microsoft, dan Nvidia—semuanya merupakan raksasa teknologi dengan pengaruh global yang tak terbantahkan.

Namun, perjalanan Alphabet menuju puncak tidak berlangsung mulus begitu saja. Pada Selasa (13/1/2026), saham perusahaan tersebut sempat menguat hingga 2,4% di awal perdagangan, sebelum akhirnya ditutup naik 1,3% ke level 337 dolar AS per lembar saham. Kenaikan ini melanjutkan tren positif selama tujuh hari perdagangan sebelumnya, di mana saham Alphabet telah melonjak 6,6%.

Di saat yang sama, saham pesaing utama justru melemah. Saham Amazon turun hampir 2%, sementara Oracle terkoreksi 1,5%. Perbedaan arah pergerakan saham ini menjadi faktor kunci yang memungkinkan Brin melampaui Bezos dalam daftar orang terkaya versi Forbes Real-Time Billionaires List.


Kekayaan Brin Tembus 255,6 Miliar Dolar AS
Menurut data terbaru dari Forbes per Kamis, 14 Januari 2026, kekayaan bersih Sergey Brin mencapai 255,6 miliar dolar AS, naik 4,9 miliar dolar AS (1,9%) hanya dalam hitungan hari. Ia kini berada di bawah dua tokoh teknologi legendaris: Larry Page (rekan sesama pendiri Google) dengan kekayaan 277 miliar dolar AS, dan Elon Musk yang masih kokoh di puncak dengan 725,3 miliar dolar AS.

Sementara itu, Jeff Bezos turun ke posisi keempat dengan total kekayaan 253,2 miliar dolar AS, dan Larry Ellison menyusul di urutan kelima dengan 251,3 miliar dolar AS. Perubahan peringkat ini mencerminkan betapa dinamisnya lanskap kekayaan global, yang kini sangat dipengaruhi oleh performa saham perusahaan teknologi—terutama yang bergerak di bidang AI.

Kemitraan Strategis dengan Apple Dorong Kenaikan Saham
Salah satu katalis utama di balik lonjakan valuasi Alphabet adalah pengumuman kolaborasi besar dengan Apple pada awal pekan ini. Apple secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka akan menggunakan Google Gemini sebagai fondasi model kecerdasan buatan untuk pengembangan generasi terbaru asisten virtual Siri.

Keputusan Apple—yang selama ini dikenal sangat protektif terhadap ekosistem teknologinya—untuk menggandeng Google dalam pengembangan AI menandakan pengakuan luas terhadap superioritas teknologi Google di bidang ini. Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Google di pasar AI, tetapi juga memberikan dorongan psikologis kuat kepada investor global.

Dominasi AI Google di Tahun 2025
Tahun 2025 menjadi titik balik bagi Google dalam perlombaan AI global. Setelah bertahun-tahun tertinggal dari OpenAI dan Microsoft dalam hal publikasi model besar, Google tampil dominan dengan peluncuran Gemini 3 pada November 2025—generasi terbaru dari keluarga model AI-nya yang diklaim sebagai yang paling canggih hingga saat ini.

Tak hanya itu, Google juga memperkenalkan Ironwood, chip AI generasi ketujuh yang dirancang khusus untuk mempercepat pelatihan dan inferensi model besar. Ironwood menjadi senjata rahasia Google dalam bersaing melawan chip H100 dan Blackwell dari Nvidia, yang selama ini mendominasi infrastruktur AI global.

Menurut analis Citi, Alphabet masuk dalam daftar "top picks" untuk pertumbuhan saham di tahun 2026. Sekitar 70% pelanggan Google Cloud kini menggunakan produk AI dari Alphabet, berkat integrasi yang mulus antara chip khusus, infrastruktur cloud, dan model AI yang sudah teruji.

“Google memiliki jejak terkuat di bidang AI berkat investasi konsisten selama lebih dari satu dekade,” ujar Deepak Mathivanan, analis senior dari Cantor Fitzgerald. “Mereka tidak hanya punya modal teknologi, tapi juga ekosistem yang sulit ditandingi oleh para pesaing baru.”

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya