Rupiah Tembus Rp16.900 per Dolar AS: Krisis atau Sekadar Gejolak? Ini Penjelasan Ekonom dan Strategi Bijak Menghadapinya

Rupiah Tembus Rp16.900 per Dolar AS: Krisis atau Sekadar Gejolak? Ini Penjelasan Ekonom dan Strategi Bijak Menghadapinya

uang-Pexels/pixabay-

Subsidi selektif (misalnya untuk BBM dan listrik),
Operasi pasar untuk menstabilkan harga pangan,
Kebijakan impor yang lebih efisien.
Di sisi lain, pelemahan rupiah juga membuka peluang bagi eksportir. Produk Indonesia—seperti CPO, batubara, tekstil, dan UMKM kreatif—menjadi lebih kompetitif di pasar global, karena harganya relatif lebih murah dalam mata uang asing.

Strategi Bijak untuk Rumah Tangga dan Pelaku Usaha
Bagi masyarakat umum, panik bukan solusi. Justru, inilah saatnya meningkatkan literasi keuangan praktis:



Baca juga: Profil Tampang Tata Cahyani Mantan Istri Tommy Soeharto yang Kembali Curi Perhatian Netizen di Pernikahan Darma Mangkuluhur: Umur, Agama dan Akun IG

Kelola anggaran rumah tangga
Prioritaskan kebutuhan pokok, kurangi konsumsi impor non-esensial, dan hindari utang konsumtif.
Hindari spekulasi valas
Membeli dolar secara massal justru memperburuk permintaan valas dan memperlemah rupiah lebih lanjut.
Diversifikasi aset
Pertimbangkan alokasi dana ke instrumen yang tahan inflasi, seperti emas digital, SBR (Surat Berharga Negara ritel), atau reksa dana pendapatan tetap.
Bagi pelaku UMKM:
Manfaatkan momentum ini untuk substitusi impor, tingkatkan efisiensi produksi, dan eksplorasi pasar ekspor. Digitalisasi rantai pasok juga bisa menjadi kunci ketahanan jangka panjang.
Transparansi Kebijakan: Kunci Menjaga Kepercayaan Publik
Dalam perspektif ekonomi politik, kepercayaan publik adalah aset tak kasat mata yang menentukan keberhasilan kebijakan ekonomi (North, 1990). Pemerintah dan BI harus terus memberikan informasi yang jelas, konsisten, dan mudah dipahami—bukan hanya untuk investor, tapi juga untuk ibu rumah tangga di Tulungagung atau pedagang di Pasar Senen.

Komunikasi yang baik bisa mencegah kepanikan, mengurangi spekulasi liar, dan menjaga stabilitas sosial.


 

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya